nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

The Fed Pangkas Suku Bunga, Sri Mulyani: Baik untuk Ekonomi RI dan Investasi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 13:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 31 20 2124068 the-fed-pangkas-suku-bunga-sri-mulyani-baik-untuk-ekonomi-ri-dan-investasi-w7bWDIwvTC.jpg Sri Mulyani soal Suku Bunga The Fed (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) semakin mengurangi tekanan ekonomi di negara-negara emerging market, tak terkecuali bagi Indonesia.

Baca Juga: AS Pangkas Suku Bunga untuk Ketiga Kalinya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ruang untuk menggenjot perekonomian domestik pun semakin meningkat.

"Jadi penurunan ini memberikan space (ruang) kepada semuanya, termasuk Indonesia untuk bisa menggunakan momentum ini dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi," ungkap Sri Mulyani ditemui di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Pelaku Usaha Jangan 'Gloomy'

The Fed memang baru saja memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis point menjadi 1,50%-1,75% pada Kamis (30/10/2019). Pemangkasan tersebut menjadi yang ketiga kalinya dilakukan The Fed sepanjang tahun 2019.

Setelah pada tahun sebelumnya, Bank Sentral AS menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 4 kali, membuat aliran dana asing keluar dari negara emerging market. Sehingga dengan era bunga rendah ini akan melonggarkan tekanan ekonomi di negara emerging market.

The Fed

Penurunan suku bunga The Fed itu tentu akan diikuti oleh bank sentral negara-negara di seluruh dunia, sehingga memberikan stimulus yang baik bagi investasi. Sri Mulyani menyatakan, suku bunga yang rendah itu membuat biaya investasi yang dikeluarkan pelaku usaha akan semakin kecil.

"Dari sisi investasi itu bisa jauh lebih positif karena dengan penurunan suku bunga berarti cost of money-nya jadi lebih rendah," katanya.

Dia berharap dampak dari penurunan suku bunga acuan The Fed sudah bisa dirasakan pada akhir 2019 nanti, juga bisa terus dirasakan pada tahun 2020. Terlebih jika China dan Amerika Serikat bisa segera menemukan kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang.

"Kita berharap momentum ini akan muncul di akhir 2019 dan terus dijaga di tahun 2020. Dari sisi kebijakan pemerintah China dan AS sepertinya mereka bisa sepakat, tentunya ini akan menguatkan momentum positif (pada perekonomian)," katanya.

Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini