nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Optimisme Kesepakatan Perang Dagang

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 21:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 05 278 2126197 wall-street-dibuka-menguat-di-tengah-optimisme-kesepakatan-perang-dagang-ZIQeyjCarf.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerikat Serikat (AS), Wall Street naik pada pembukaan perdagangan Selasa. Menguatnya Wall Street karena, dalam perdagangan sebelumnya tiga indeks saham utama AS mencetak rekor tertinggi di tengah meningkatnya harapan kesepakatan perdagangan antara AS dan China.

Baca Juga: AS-China Segera Damai, Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

Pada perdagangan sebelumnya, indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut. Sementara Dow Jones mencapai rekor tertinggi untuk pertama kalinya sejak Juli.

Perang Dagang

Dow Jones naik 71 poin atau 0,26%. S&P 500 naik 6,25 poin atau 0,2% dan Nasdaq naik 20,5 poin atau 0,25%. Demikian dikutip dari Reuters, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Tertinggi di Tengah Harapan Kesepakatan Perang Dagang

Berdasarkan laporan terbaru, China meminta Presiden AS Donald Trump untuk menghapus lebih banyak tarif sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan yang dapat ditandatangani bulan ini. Hal tersebut membuat pasar optimis akan terjadi kesepakatan perang dagang.

Adapun saham yang sensitif terhadap perang dagang, Advanced Micro Devices Inc dan Nvidia Corp naik antara 0,6% hingga 1,1% dalam perdagangan. Saham perusahaan China yang terdaftar di bursa saham AS juga tampaknya akan memperpanjang sesi kenaikan lainnya.

Selain itu, saham pembuat obat generik Mylan NV naik 1,9% setelah mengalahkan perkiraan Wall Street untuk laba kuartal ketiga, diuntungkan dari peluncuran obat-obatan seperti Wixela dan Fulphila. Tapestry Inc naik 2,5% karena juga mengalahkan estimasi laba triwulanan pada permintaan yang kuat untuk tas dan pakaian Coach dengan margin tinggi di Cina dan Eropa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini