Potensi yang besar sudah terlihat dari status Indonesia sebagai negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) berskala USD1 triliun. Bahkan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) Indonesia berada di peringkat ke-7 di dunia.
"Artinya kita sebesarnya besar, punya potensi menjadi negara yang berpenghasilan tinggi," katanya.

Namun dalam mendorong perekonomian Tanah Air, Jokowi mengaku diingatkan oleh Managing Director Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva untuk berhati-hati. Mengingat saat ini perang dagang antara Amerika Serikat dan China masih berlangsung, bahkan ekonomi dunia diperkirakan hanya mampu tumbuh 3% di 2019.
"Saya kemarin bertemu Manageing Director IMF yang baru dia berikan warning 'Jokowi hati-hati dalam mengelola moneter maupun fiskal karena kondisi dunia seperti ini," kata Jokowi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)