nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketangguhan Ekonomi China karena BUMN hingga Swasta Dimanja

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Kamis 07 November 2019 12:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 07 20 2126843 ketangguhan-ekonomi-china-karena-bumn-hingga-swasta-dimanja-wEDFlu66Ex.jpg Bendera China (Foto: Reuters)

Keberhasilan bisnis swasta China karena kemampuannya memanfaatkan skala dan efisiensi operasi domestik mereka untuk bersaing di luar negeri dengan harga murah dan inovasi cepat. Fakta bahwa lebih sulit bagi mereka untuk mengakses kredit daripada untuk BUMN membuat bisnis swasta lebih efisien dalam mengerahkan modal investasi.

Ketahanan ekspor ini telah diperhatikan di Beijing, yang membantu sektor swasta. Pada bulan Juli lalu, Perdana Menteri Li Keqiang mengumumkan bahwa pemerintah akan mencabut batasan kepemilikan pada usaha asing di China dan lebih lanjut membuka pasar. Kebijakan baru ini berarti Beijing harus bekerja lebih keras untuk mempromosikan bisnis swasta China sendiri.

BUMN akan memiliki waktu yang sulit untuk bersaing dengan pendatang asing, tetapi Beijing mengandalkan bisnis swasta China untuk mempertahankannya. Meski lebih banyak dukungan sektor swasta, tidak berarti China akan meninggalkan BUMN sepenuhnya karena persaingan pasar.

Baca Juga: Perlambatan Ekonomi China Vs Banjirnya Pengusaha Milenial

BUMN akan terus mendominasi produksi industri, seperti tercermin dalam program Presiden Xi Jinping "Make in China 2025" yang mengidentifikasi 10 sektor industri dan teknologi yang ingin menjadi pemimpin dunia pada tahun 2025 oleh China.

Pemerintah juga telah menaikkan upah minimum dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di kota tingkat kedua dan ketiga. Semua ini membantu memenuhi permintaan konsumen, menjadikan sektor jasa sebagai arena yang lebih menjanjikan dan menguntungkan bagi bisnis swasta China.

china

Sementara itu, pertumbuhan China dikabarkan menjadi yang terendah dalam beberapa dekade. Dengan PDB USD10.000 per kapita, China sekarang adalah negara berpenghasilan menengah. Pola pertumbuhan historis negara-negara dengan tingkat PDB per kapita yang sama adalah pertumbuhan tahunan 3-4% dalam PDB riil.

Bahkan ketika tingkat pertumbuhannya turun menjadi 6%, China tetap merupakan pencilan pertumbuhan tinggi di antara negara-negara berpenghasilan menengah. Sektor bisnis swasta di China yang kini tengah naik daun di gadang-gadang sebagai bab baru penciptaan kekayaan yang akan terungkap.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini