nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tandingi Gojek, Kadin Harap Lahir Decacorn Baru

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 14:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 07 320 2126925 tandingi-gojek-kadin-harap-lahir-decacorn-baru-20tWEdxAvF.jpg Gojek (Okezone)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyatakan bahwa ekonomi digital Indonesia bergerak begitu cepat. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan ekonomi digital ini bisa menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.

Salah satu buktinya adalah saat ini Indonesia sudah memiliki 5 unicorn yakni Gojek, Traveloka, Bukalapak, Ovo dan Tokopedia. Bahkan Gojek saat ini sudah termasuk dalam kategori decacorn.

 Baca juga: 2 Startup Unicorn Siap Susul Gojek hingga Tokopedia

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani meyakini, Indonesia akan memiliki beberapa tambahan unicorn lagi. Meski tak menyebut namanya, namun dirinya meyakini Unicorn Indonesia dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 6 perusahaan.

 Gojek

"Startup pun di bawah pundak Pak Menteri kita tahu kita punya 5 unicorn (termasuk Grab) dan 1 decacorn yaitu Gojek, insya Allah nambah 6 unicorn," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

 Baca juga: Soal Disuntik Dana oleh Soft Bank, Ini Kata Bos Aruna

Menurut Rosan, para perusahaan startup ini harus lebih didorong lagi ke depannya sehingga mereka bisa menjadi unicorn-unicorn baru atau bahkan decacorn menyusul Gojek. Karena, dengan tumbuh besarnya industri ini juga bisa membuat lapangan kerja baru untuk generasi muda yang akan datang.

"Sehingga bukan hanya mereka kreasi tapi bagaimana anak muda ciptakan lapangan kerja yang jadi pekerjaan rumah kita bersama," jelasnya.

 Baca juga: Bukalapak PHK Karyawan, Menkominfo: Bukan Mau Tutup!

Dengan tumbuh besarnya para startup Indonesia diharapkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap ekonomi negara juga meningkat. Sepanjang tahun kontribusi ekonomi kreatif terus mengalami mengalami peningkatan dari Rp1.000 triliun di 2017 menjadi Rp1.100 triliun di 2018.

"Dari kontribusi Rp1.100 triliun 43% dari kuliner, 18% dari bisnis fashion dan kriya 16% sisanya dari tv dan lain-lain," ucapnya.

Hal ini juga diperlukan kolaborasi dengan antara pemerintah dengan swasta. Karena meskipun kebijakan dikeluarkan pemerintah, kondisi di lapangan yang lebih mengetahuinya adalah para pengusaha.

"Tentu kita harap dengan kolaborasi sinergi pemerintah industri kreatif ini beri manfaat dan bawa anak muda kita berkreasi dini," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini