nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Kisruh Sriwijaya Air, Bos Garuda "Kabur"

Hairunnisa, Jurnalis · Minggu 10 November 2019 07:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 08 320 2127546 fakta-kisruh-sriwijaya-air-bos-garuda-kabur-1J1JhmksEE.jpg Sriwijaya Air. (Foto: Okezone.com/Sriwijaya Air)

JAKARTA – Hubungan bisnis antara PT Garuda Indonesia (Persero) dengan PT Sriwijaya Air (Sriwijaya) kembali memanas. Garuda mengungkapkan bahwa Sriwijaya lagi bagian dari Garuda Indonesia Group.

Direktur Teknik dan Layanan Garuda Indonesia Iwan Joeniarto menyatakan, kerja sama manajemen (KSM) antara Citilink dengan Sriwijaya dihentikan. Menurutnya, hal itu dikarenakan terdapat kondisi dan beberapa hal yang membuat kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.

Baca Juga: Bos Garuda Ngacir saat Ditanya soal Kisruh dengan Sriwijaya Air

"Dengan ini kami sampaikan bahwa Sriwijaya memilih melanjutkan bisnisnya sendiri. Dengan demikian, Sriwijaya tidak akan lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group," tulis Iwan.

Okezone merangkum beberapa fakta-fakta terkait perceraian antara Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air, Minggu (10/11/2019):

1. Menhub Panggil Garuda dan Sriwijaya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil kedua jajaran direksi Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Sriwijaya Air

"Kita akan panggil mereka, untuk cari jalan keluar. Dan jangan sampai pecah kongsi lagi," ujar dia di Hotel Redtop Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dia juga menegaskan bahwa maskapai Sriwijaya masih ada yang terbang. Dan tidak benar apabila ada yang sampaikan tidak terbang lagi.

Baca Juga: Cerai Lagi, Menhub Panggil Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air

"Bukan tidak terbang lagi. Tapi ada beberapa yang tidak terbang," ungkap dia.

2. Bos Garuda Kabur

Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra bungkam saat ditanya mengenai kisruh kerjasamanya dengan Sriwijaya Group. Orang nomor satu Garuda Indonesia itu tidak mau memberikan informasi, bahkan pewarta harus dihalang-halangi oleh salah satu pihak dari Garuda Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat soal kisruh maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air di kantornya sore ini, Kamis 7 November 2019. Hadir Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Yusril Ihza Mahendra selaku Kuasa Hukum Pemegang Saham Sriwijaya Air.

3. Tanggapan Menhub

Usai rapat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun tak mau komentar soal sikap Garuda Indonesia terkait kisruh ini. Justru dirinya meminta kepada para rekan media untuk menannyakan langsung ke Garuda.

"Tanyakan dengan Garuda (sikap terkait kisruh)," ucapnnya ditemui terpisah di Kantor Maritim.

Budi sendiri juga bungkam terkait apa yang memicu 'cekcok' di antara kedua maskapai itu. Dirinya hanya meminta agar kerjasama Garuda dan Sriwijaya kembali membaik.

"Saya pikir, saya hanya mengatakan, pokoknya dikembalikan kepada perjanjian semula," ucapnya.

4. Direktur Baru Sriwijaya

Kembali pisah dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, maskapai Sriwijaya Air mengangkat beberapa nama baru yang menduduki kursi direktur.

Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan PT Sriwijaya Air yang jatuh pada 7 November 2019. PT Sriwijaya mengganti nama-nama baru untuk posisi Direktur Utama, Direktur Operasional, Direktur Teknik, dan Direktur Quality, Safety dan Security.

- Direktur Utama PT Sriwijaya Air: Jefferson Irwin Jauwena

- Direktur Teknik PT Sriwijaya Air: Dwi Iswantoro

- Direktur Operasional PT Sriwijaya Air: Didi Iswandy

- Direktur Quality, Safety & Security: Cecep Cahyana

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini