JAKARTA – Rencana membangun jembatan penghubung ketiga guna menyambungkan dua negara tetangga Malaysia dan Singapura masih dalam tahap perundingan. Pasalnya proyek jembatan yang terbentang dari Johor ke Singapura ini memakan waktu sekitar 3 – 4 tahun terhambat. Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menuding pihak Singapura menolak proyek yang disebut sebagai RTS Link.
Padahal, PM Malaysia berusia 94 tahun itu percaya, proyek ini tidak hanya menjadi solusi kemacetan tapi juga mempermudah mobilisasi. Okezone merangkum fakta-fakta dibalik proyek pembangunan jembatan penghubung Singapura-Malaysia, berikut ulasannya:
Baca Juga: Kendalikan Karhutla, Indonesia Diminta Belajar dari Malaysia
1. Merogoh Dana Sebesar 3,16 miliar Ringgit (USD1 miliar)
Proyek jembatan penghubung dua negara tetangga ini merauk dana yang cukup besar. PM Malaysia, Majathir menilai proyek ini bukan hanya menjadi pemecahan masalah lalu lintas.
2. Jembatan Ini Merupakan Jembatan Ketiga Antar Kedua Negara
Ternyata Singapura-Malaysia sudah memiliki dua jembatan penghubung. Kedua jembatan itu adalah jalur Woodlands Causeway di wilayah utara dan Second Link Bridge di wilayah barat.
Mahathir menjelaskan, pembangunan jembatan penghubung ketiga, semuanya masih dalam tahap rencana. Tidak disebutkan mendetil tahapan jembatan ketiga anatar Singapura-Malaysia ini.
Pemerintah Johor menyebutkan adanya kemungkinan rencana pembangunan jembatan dari Pengerang, dekat Kota Tinggi, menuju Pulau Ubin, Singapura.

3. Sepeda Motor Tidak Diperbolehkan di RTS
Warga Malaysia yang datang ke Singapura dengan sepeda motor akan lebih mudah. Karena penggunaan sepeda motor tidak diperbolehkan di RTS.
“RTS hanya akan menyelesaikan sebagian masalah kemacetan karena banyak pengguna sepeda motor berasal dari Johor, tidak bisa membawa sepeda motor miliknya ke RTS dan mereka akan merasa sulit untuk berpergian ke tempat kerja," ungkap PM Malaysia.