JATIBARANG - PT Pertamina EP melalui PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field mencegah pertumbuhan marine growth yang menggangu produksi minyak dan gas (migas) di lapangan migas lepas pantainya (offshore).
Baca Juga: Produksi Migas RI Capai 1,7 Juta Barel, 89% dari Target
Marine growth adalah sekumpulan hewan/tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan/struktur di laut.
"Kondisi bahan makanan/nutrisi, cahaya matahari, faktor pH (derajat keasaman) dan kondisi lingkungan lain cocok bagi pertumbuhan mereka di sini,” ujar Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field Manager Hari Widodo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (10/11/2019).
Baca Juga: Kejar Target Produksi, Pertamina EP Bor Sumur Migas Baru
Menurut Hari, tumbuhnya marine growth pada permukaan bangunan/struktur ini dapat menimbulkan berbagai masalah.
Pada struktur platform, adanya marine growth akan menyebabkan struktur menjadi lebih berat (penambahan massa) sehingga menyebabkan perubahan respons struktur tersebut terhadap beban-beban dinamis yang diterimanya (ada perubahan frekuensi natural, ragam getar, dan sebagainya).
“Di samping itu, marine growth akan menyebabkan pertambahan diameter efektif tiang struktur sehingga menyebabkan beban arus dan beban gelombang yang diterima struktur menjadi lebih besar. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada kekuatan struktur platform,” ujarnya.
