Presiden Jokowi Kritik Bunga KUR yang Cuma Turun Jadi 6%

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 11 November 2019 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 11 320 2128484 presiden-jokowi-kritik-bunga-kur-yang-cuma-turun-jadi-6-0mRAtn8OIO.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Biro Setpres)

JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pemerintah menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% dengan subsidi. Meski demikian, penurunan bunga KUR itu disebut Jokowi juga masih terlalu tinggi.

Baca Juga: Kabar Gembira! Suku Bunga KUR Bakal Turun

"Subsidi bunga bagi UKM sekarang bunganya 7% mau diturunin ke 6%. Tapi menurut saya ini jumlahnya juga masih kurang, oleh sebab itu saya sudah minta untuk tahun depan bisa ditingkatkan lagi dua kali lipat (subsidinya)," ujar Jokowi saat rapat terbatas 'Pemberdayaan UMKM' di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Kepala Negara menerangkan bahwa penyaluran KUR harus difokuskan kepada UMKM dengan sektor memproduksi suatu barang. Dengan begitu, subsidi KUR tidak hanya dinikmati oleh sektor perdagangan.

Ilustrasi Kredit

"Kita harus tembakkan program ini kepada usaha-usaha produksi," tegas Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta para menteri dan kepala lembaga negara untuk bersinergi dalam menjalankan progran pemberdayaan UMKM. Sehingga bisa mencapai target yang diinginkan.

Baca Juga: Kredit Usaha untuk TKI Biang Kerok Kredit Macet

"Karena sekarang apa yang sudah dilakukan oleh sebuah kementerian, diulang lagi oleh BUMN ataupun swasta, sehingga target grupnya akhirnya hanya itu-itu saja," tutur Jokowi.

Jokowi ingin para pelaku UMKM bisa naik kelas. Ia pun memerintahkan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mendorong perusahaan besar yang berinvestasi dapat menggandeng pengusaha lokal agar bisa saling bersinergi.

"Jadi setiap adanya investasi itu, digandeng pengusaha lokal, usaha kecil, usaha mikro, dikawinkan sehingga pengusaha lokal mendapatkan manfaat dari adanya investasi yang ada di sebuah daerah. Misalnya pembangunan infrastruktur jalan tol, bandara, beri ruang UMKM dalam sistem rantai pasok konstruksi. Sehingga betul-betul tidak hanya melibatkan yang besar-besar saja, tapi yang kecil-kecil juga terangkut," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini