Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Garuda Indonesia-Sriwijaya Air Resmi 'Bercerai'

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 11 November 2019 |20:10 WIB
   Garuda Indonesia-Sriwijaya Air Resmi 'Bercerai'
Garuda Resmi Bercerai dengan Sriwijaya Air (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memastikan, hubungan kerjasama antara Sriwijaya Group dan Garuda Indonesia Group telah berakhir. Kedua pihak maskapai penerbangan sudah menyepakati untuk tidak melanjutkan kerjasama manajemen (KSM).

Hal ini sekaligus memastikan, Sriwijaya dan Garuda Indonesia tidak melanjutkan kerjasama selama 3 bulan kedepan seperti yang disarankan pemerintah dalam rapat koordinasi pada 7 November 2019 lalu.

 Baca Juga: Cerai dari Garuda, Ini Daftar Direktur Baru PT Sriwijaya Air

Luhut memimpin langsung pertemuan yang dihadiri Direktur Utama Garuda Indonesia Group I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Pengacara dari Sriwijaya Group Yusril Ihza Mahendra, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tersebut.

"Sriwijaya sudah split (pisah) dengan Garuda Indonesia. Jadi enggak (berlanjut kerjasama 3 bulan), sudah pisah sekarang," ungkapnya di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (11/11/2019).

 Baca Juga: Penerbangan Batal, Menhub Minta Sriwijaya Air Tanggung Jawab

Meski kerjasama keduanya berakhir, Luhut menyatakan, keuangan kedua perusahaan tersebut akan tetap diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit dilakukan karena baik Sriwijaya maupun Garuda Indonesia mengaku dirugikan karena kerjasama tersebut.

"Audit BPKP berjalan terus, meskipun mereka sudah split," imbuh dia.

 Sriwijaya Air

Kedua maskapai penerbangan tersebut sempat menjalin kerjasama manajemen pada November 2018 lalu antara Sriwijaya dan Citilink Indonesia, anak usaha Garuda Indonesia.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari upaya Garuda Indonesia membantu perbaikan keuangan Sriwijaya yang menanggung utang ke sejumlah perusahaan pelat merah, diantaranya PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I dan II, hingga ke anak usaha Garuda yakni PT GMF AeroAsia.

Namun, kerjasama tersebut tidak berjalan mulus dan malah membuat kisruh hubungan keduanya selama beberapa bulan terakhir. Permintaan mengakhiri kerjasama tersebut pun diajukan oleh pihak Sriwijaya.

Menurut Luhut, berakhirnya kerjasama ini maka persoalan utang Sriwijaya akan ditanggung sendiri oleh perusahaan tersebut. "Ya sudah enggak apa-apa (kalau maunya pisah). Nanti soal Sriwijaya punya utang dan lain-lainnya itu diselesaikan sendiri," tutup dia.

 Sriwijaya Air

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement