Sementara untuk kebutuhan jangka pendek setahun atau kurang dari setahun, kurang disarankan untuk berinvestasi di instrumen pasar modal secara langsung. Investor bisa memilih menyimpan dana di produk bank, yaitu tabungan atau deposito. Atau bisa juga memilih berinvestasi pada reksa dana pasar uang yang menempatkan dananya pada instrumen pasar uang yaitu deposito perbankan, dan obligasi jangka pendek yang usia jatuh temponya kurang dari setahun.
Sementara reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap, fluktuasi harga dan return-nya sama dengan investasi secara langsung di instrumen saham dan obligasi. Bedanya, dengan membeli reksa dana, investor tidak perlu memiliki keahlian khusus dalam berinvestasi, karena dikelola oleh manajer investasi. Dana yang dibutuhkan untuk berinvestasi di reksa dana juga relatif lebih kecil dibanding berinvestasi secara langsung di pasar saham dan obligasi.
Hanya dengan membeli sejumlah unit reksa dana yang dikelola secara Kontrak Investasi Kolektif (KIK) oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian, investor bisa berinvestasi di pasar saham dan obligasi. Sementara reksa dana campuran adalah gabungan antara produk saham dan pendapatan tetap (obligasi). (TIM BEI)
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.