nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Erick Thohir Rombak dan Pangkas Deputi Kementerian BUMN

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 18 November 2019 23:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 18 320 2131499 alasan-erick-thohir-rombak-dan-pangkas-deputi-kementerian-bumn-dW99USa15o.jpg Erick Thohir (Okezone)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mulai menjalankan misi Presiden RI Joko Widodo mengenai penciptaan birokrasi yang efektif dan efisien. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya perombakan jajaran pejabat di Kementerian BUMN.

Dalam perombakan tersebut, Erick mengucapkan terima kasih kepada para pejabat tersebut selama menjalankan tugas dan dalam membangun BUMN selama ini.

 Baca juga: Disebut Bakal Jadi Bos Pertamina, Segini Kira-Kira Gaji Ahok

"Alhamdulillah, saya dan kedua Wakil Menteri sudah bertemu dengan semua Pejabat Eselon I secara langsung dan menjelaskan mengenai restrukturisasi ini. Sebetulnya hal ini adalah bagian dari Tour of Duty. Dari korporasi mengerti mengenai birokrasi, seperti Pak Kartika dan Pak Budi Sadikin. Begitu juga dari birokrasi harus mengerti permasalahan di korporasi, seperti yang dijalankan hari ini," kata Menteri BUMN dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (18/11/2019).

 BUMN

Saat ini, Menteri Erick sudah memiliki dua Wakil Menteri dan sudah memiliki pos pekerjaan masing-masing. Nantinya, jumlah deputi di Kementerian BUMN akan dipangkas menjadi 3 (tiga) posisi jabatan dari yang saat ini ada 7 posisi jabatan.

 Baca juga: Serikat Pekerja Tolak Ahok Jadi Pimpinan BUMN, Ini Tanggapan Istana

Review untuk pegawai di bawahnya juga akan segera dilaksanakan, hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden untuk mempercepat gerak dalam membangun bangsa ini, di mana efisiensi birokrasi sudah saatnya dilakukan. Penyederhanaan birokrasi ini sudah dicanangkan Presiden Jokowi dalam pidato pelantikan Presiden 2019-2024 yang disampaikan di Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Untuk mengelola asset sebesar Rp8.200 Triliun Rupiah itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik. Saya akan berupaya sedemikan rupa agar mereka yang ada di dalam lingkungan BUMN, baik di Kementerian maupun di unit usaha, adalah orang-orang dengan akhlak yang baik berarti memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat. Mereka yang sudah berkeringat dan masih mau berkeringat dan memiliki akhlak yang baik, juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi negeri ini, di sini. Yang penting, akhlaknya baik," tutup Erick.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini