nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Boeing Akan Perbaiki 7.000 Mesin Pesawatnya

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 18:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 20 320 2132335 boeing-akan-perbaiki-7-000-mesin-pesawatnya-vHi2sw4Eqh.jpg Boeing (Reuters)

JAKARTA - Penyelidik kecelakaan fatal pada pesawat Southwest Airlines yang terjadi tahun lalu merekomendasikan Boeing untuk memperbaiki pesawatnya. Terutama, mesin dari 7.000 jet milik Boeing untuk mencegah terulang kembali kecelakaan.

Seorang penumpang tewas di pesawat ketika kipas pesawat tersebut pecah dan menyebabkan bagian dari penutup mesin mengenai bagian jet. Hal ini menyebabkan salah satu jendela pecah, dan kabin tertekan. Para kru mendaratkan pesawat, tetapi wanita yang duduk di sebelah jendela itu tewas.

 Baca juga: Pesawat Boeing 737 Max Kembali Diminati

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) yang menyelidiki kecelakaan itu, merekomendasikan Boeing untuk mendesain ulang bagian luar penutup mesin jet pesawat untuk mencegah fan blade terlepas dari penerbangan nanti. Semua pesawat seri Boeing 737 Next Generation harus dilengkapi dengan perbaikan apabila terjadi masalah pada Boeing.

 Boeing

Boeing telah mengirimkan sekitar 6.700 dari 737 jet NG ke maskapai penerbangan di seluruh dunia, tetapi telah berhenti menerima pesanan baru karena maskapai penerbangan beralih ke 737 Max. Ini berarti kurang dari 100 pesawat NG yang belum dibangun dan dikirim ke maskapai.l tersebut.

 Baca juga: Buntut Jatuhnya Pesawat Max 737, Menhub Minta Boeing Tanggung Jawab

Pesawat Boeing 737 NG tidak terpengaruh oleh dua kecelakaan yang disebabkan oleh 737 Max. Namun, 737 NG memiliki masalah keamanan lainnya, termasuk penemuan retakan pada beberapa bagian di pesawat yang digunakan untuk menjaga sayap tetap di tempatnya. Retakan itu telah membuat segelintir masalah akibat pesawat 737 NG.

Keputusan akhir tentang perbaikan tergantung pada Administrasi Penerbangan Federal, bukan NTSB, yang berperan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan.

Boeing (BA) mengatakan, pihaknya sudah berusaha meningkatkan desain mesin untuk menjawab rekomendasi dari NTSB. Perbaikan itu akan memungkinkan pesawat beroperasi dengan aman.

"Tujuan kami adalah membantu mencegah peristiwa serupa terjadi di masa depan," ujar pernyataan Boeing, dilansir dari CNN, Rabu (20/20/2019).

NTSB tidak menyalahkan Boeing (BA) atau Southwest (LUV). Ia mengatakan, celah pada kipas fanblade tidak dapat dideteksi dan risiko selubung mesin terlepas tidak diketahui sebelum kejadian ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini