nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi: Saya Tahu Betapa Sulit Urus Sertifikat Tanah

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Minggu 24 November 2019 17:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 24 470 2133804 jokowi-saya-tahu-betapa-sulit-urus-sertifikat-tanah-CkMn7sEUus.jpg Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah (Foto: Setkab)

JAKARTA - Saat ini, program sertifikat tanah terus digencarkan oleh pemerintah. Pasalnya, dulu, badan pertanahan yang dimiliki oleh Indonesia hanya mampu menerbitkan 500 ribu sertifikat tanah per tahun.

Baca Juga: Menteri ATR Pastikan 8 Juta Sertifikat Tanah Sudah Dibagikan Masyarakat

Lebih-lebih, pada 2014 lalu, ada laporan yang menunjukkan bahwa sebanyak 126 juta tanah yang belum bersertifikat di Indonesia. Hal ini pun diungkapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya ingat, pada akhir 2014 lalu saya mendapat laporan bahwa ada 126 juta bidang tanah di seluruh Tanah Air yang belum bersertifikat. Dari jumlah tersebut, baru 46 juta bidang yang diselesaikan," tulis Presiden Jokowi melalui akun resmi Instagramnya, Minggu (24/11/2019).

Baca Juga: Jokowi Klaim Sudah Terbitkan 8,5 Juta Sertfikat Tanah Sepanjang 2019

"Sementara, setiap tahun badan pertanahan hanya bisa menerbitkan 500 ribu sertifikat," lanjutnya.

Bahkan, sebelum menjadi seperti sekarang, Presiden Jokowi pernah merasakan kesulitan saat masih berstatus rakyat biasa. Sebab, Dia tahu betapa sulitnya mengurus sertifikat tanah.

"Saya pernah merasakan jadi rakyat biasa, tahu betapa sulit dan berbelitnya mengurus sertifikat hak atas tanah," kata Presiden Jokowi.

Sertifikat Tanah

Untuk itu, Presiden Jokowi merasa gusar dengan kenyataan tersebut. Bagaimana tidak, jika badan pertanahan terus-menerus hanya mampu menerbitkan 500 ribu sertifikat per tahun, maka dibutuhkan waktu 160 tahun untuk membuat seluruh rakyat Indonesia memiliki sertifikat tanah.

"Kalau masih terus begitu, butuh 160 tahun lagi untuk menyelesaikan semua sertifikat lahan di Indonesia ini," tutupnya.

Menurut Jokowi, sejak tahun 2017, pendaftaran bidang tanah di Indonesia meningkat lebih sepuluh kali lipat. Dari lima juta lembar sertifikat tahun 2017, naik jadi sembilan juta tahun 2018, dan sampai November 2019 ini sudah 8,5 juta.

"Saya sendiri kerap menyerahkan langsung sertifikat tanah itu di setiap kunjungan ke daerah," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini