Kisah Guru SLB, Mengabdi dari 2004 Tapi Tak Kunjung Diangkat PNS

Senin 25 November 2019 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 320 2134076 kisah-guru-slb-mengabdi-dari-2004-tapi-tak-kunjung-diangkat-pns-3Qa47F2h9H.jpg Guru Ilustrasi (Okezone)

SEMARANG - Ariyanto, seorang guru honorer di SLB Surakarta curhat kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memimpin upacara Hari Guru di SMAN 1 Semarang. Dia berharap bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena sudah mengabdi sejak 2004.

"Saya honorer sejak 2004, sekarang usia saya sudah lebih dari 35 tahun. Sudah tidak ada kesempatan jadi PNS lagi. Tapi saya tetap ingin jadi PNS seperti teman-teman yang lain, mohon dibantu Pak," kata Ariyanto, Senin (25/11/2019).

 Baca juga: CPNS Tidak Boleh Pindah Sebelum 10 Tahun, BKN: Aku Hanya Pergi Sementara

Ganjar mengatakan untuk menjadi PNS harus mengikuti persyaratan sesuai aturan. Di antaranya adalah usia yang tidak boleh melebihi 35 tahun dan persyaratan lain.

 CPNS 2019

"Jadi Jenengan (Anda) sudah tidak bisa. Tapi kan masih bisa ikut daftar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jadi silakan Jenengan daftar PPPK saja," kata Ganjar.

 Baca juga: Pelamar CPNS 2019 Capai 4,7 Juta, Intip Instansi yang Paling Banyak Diserbu!

Kepada Ganjar, Ariyanto mengatakan bahwa dahulu gajinya hanya Rp250.000 per bulan. Namun sekarang, gajinya sebesar Rp1,9 juta per bulan.

"Jadi silakan daftar PPPK, semoga bisa. Tapi meskipun gaji segitu, Bapak tetap semangat kan mendidik anak-anak kita," tanya Ganjar dan dijawab semangat oleh Ariyanto.

"Siap Bapak. Saya mengabdi bukan hanya untuk mencari uang, tapi ingin menjadikan anak-anak khususnya difabel menjadi berprestasi," ucapnya semangat.

 Baca juga: Pendaftaran CPNS 2019 Formasi BKN Diperpanjang, Sampai Kapan?

Jawaban Ariyanto itu membuat Ganjar bangga. Dia pun langsung memberikan hadiah tambahan kepada Ariyanto berupa sepeda motor.

"Karena kamu semangat, saya belikan motor ya. Semoga bermanfaat," ucapnya disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Usai acara, Ganjar mengatakan bahwa persoalan guru honorer memang menjadi perhatiannya. Ganjar berharap, para guru honorer yang tidak bisa menjadi PNS, agar bisa menjadi PPPK.

"Selain itu, soal gaji kami sudah mengeluarkan surat edaran kepada Bupati/Wali Kota untuk menggaji seluruh guru honorernya standar Upah Minimum Kabupaten/Kota. Dan itu sudah dilaksanakan dengan baik. Bagi yang belum, saya minta surat edaran itu dilaksanakan," kata dia.

Ganjar pun mendorong agar Kemenpan RB dan Kemendikbud untuk duduk bersama memberikan solusi terhadap persoalan guru honorer atau Guru Tidak Tetap (GTT) di Indonesia. Ganjar meminta agar mereka diberikan kesempatan agar mendapatkan gaji yang layak.

"Bisakah kita mengubah regulasi, karena mereka tidak bisa jadi PNS. Izinkan mereka diberikan surat keputusan (SK), sehingga negara mengintervensi," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini