nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 7%, Ini Syaratnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 12:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 26 20 2134535 sri-mulyani-sebut-ekonomi-indonesia-bisa-tumbuh-7-ini-syaratnya-fNjw0e1TS7.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat stagnan di kisaran 5% sejak 2016 hingga saat ini. Padahal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat optimistis ekonomi bisa tumbuh di kisaran 7%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan tersebut didorong rendahnya pertumbuhan investasi. Menurutnya, jika investasi mengalir deras ke dalam negeri maka pertumbuhan ekonomi 7% adalah hal yang memungkinkan.

Baca Juga: Menko Airlangga Punya Strategi Khusus Kejar Pertumbuhan 5,3%, Apa Saja?

"Karena krisis keuangan global sebenarnya Indonesia terimbas, pertumbuhan investasi terus-menerus di bawah dobel digit, paling tinggi hanya tumbuh 7% bahkan terkadang hanya tumbuh di bawah 5%," ungkapnya dalam seminar Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Sri Mulyani

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal III-2019, investasi hanya tumbuh 4,21% secara tahunan, melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 6,29% secara tahunan. Begitu pula dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya mencapai 5,02%, melambat dari kuartal III-2018 yang tumbuh 5,17%.

Oleh sebab itu, investasi menjadi hal yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, lantaran tak bisa melulu hanya ditopang pertumbuhan konsumsi dalam negeri. Investasi perlu tumbuh dobel digit untuk ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 7%.

Baca Juga: Kepala BKPM Rayu Investor China, Korsel dan Jerman

"Kami sebenarnya memiliki kemampuan (ekonomi tumbuh 7%), tapi investasi seharusnya bisa tumbuh hingga dob digit,” ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menyatakan, saat ini pemerintah berupaya meningkatkan investasi dengan memperbaiki birokrasi dan memangkas sejumlah perizinan.

Selain itu, pemerintah juga akan mengeluarkan Undang-Undang (UU) Omnibus Law yang akan merevisi seluruh aturan sebelumnya. Omnibus Law ini mencakup sektor ketenagakerjaan hingga perpajakan sebagai stimulus mendorong investasi.

"Jadi investasi sangat penting dan Presiden Jokowi melihat ini sebagai lompatan awal untuk ekonomi tumbuh lebih tinggi. Karena tidak bisa ekonomi tumbuh 7% dengan hanya mengandalkan APBN. Itu tidak akan bisa, maka butuh investasi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini