nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Ren Zhengfei, Sukses Bangun Huawei dengan Modal Rp42 Juta

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 26 November 2019 13:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 26 320 2134573 kisah-ren-zhengfei-sukses-bangun-huawei-dengan-modal-rp42-juta-3ceTX9IjCn.png Kisah Ren Zhengfei Bangun Huawei. (Foto: Okezone.com/Business Insider)

JAKARTA - Pria bernama Ren Zhengfei adalah sosok dibalik kesuksesan Huawei. Kisahnya mendirikan perusahaan pemasok perangkat telekomunikasi dan jaringan komunikasi terbesar di China dan dunia ternyata tidak mudah.

Sebagai seorang anak yang lahir di kota kecil dengan penduduk yang sangat miskin, Ren mengaku tidak tahu apa-apa tentang dunia luar. Dia merupakan satu-satunya anggota keluarga yang dapat merasakan bangku kuliah di Chongqing Institute of Civil Engineering and Architecture.

Baca Juga: Sarapan dengan Ahok, Hanif Dhakiri: Kenyang, Otak Dapat Asupan Bergizi

Ren menjadi teknisi laboratorium militer dan ditempatkan di Liaoyang pada tahun 1974. Saat itu, dia berhasil menciptakan skema peralatan perang yang akhirnya menjadi berita utama nasional dan membangun generator tekanan standar bola mengambang menggunakan nol referensi atau cetak biru.

Huawei

Namun begitu, Ren terpaksa harus pensiun dari tentara karena pengurangan jumlah tentara untuk penghematan anggaran pemerintah China. Setelah pensiun dari militer, Ren menemukan pekerjaan baru, tetapi ia kembali dipecat karena tidak bisa melakukannya dengan baik.

Baca Juga: Sukses Besar, Pencipta Lagu Baby Shark Kini Kantongi Rp1,7 Triliun

"(Saya) Sudah terbiasa dengan ekonomi terencana, di mana kita bahkan tidak bisa berpikir untuk menghasilkan uang, (bahwa saya) mengalami kesulitan beradaptasi dengan ekonomi pasar," ujar Ren seperti dikutip dari Business Insider, Jakarta, Selasa (26/11/2019). 

Ren menekankan bahwa Huawei tidak pernah menerima satu sen pun dari pemerintah dalam pengembangan perusahaan. Dia mengaku, awalnya mengumpulkan dana sebesar awalnya adalah 21.000 reminbi (USD3.000 atau Rp42,2 juta, kurs Rp14.084 per USD) dari orang yang berbeda untuk membiayai perusahaan, tetapi mereka semua menarik kembali dana itu pada akhirnya.

Meskipun diawali dengan masa-masa yang sulit, Huawei berhasil melakukannya dengan baik. Mereka bekerja keras bahkan hingga tak pernah meninggalkan kantornya.

"Kami bekerja siang dan malam, dan jika Anda merasa lelah, Anda hanya pergi tidur. Selama hampir satu bulan, kami tidak meninggalkan gedung," ujar Ketua Komite Penasihat Perusahaan Huawei Lyu Ke.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini