Share

Program B20 Hemat Devisa Rp35,58 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 320 2135052 program-b20-hemat-devisa-rp35-58-triliun-baMIBVgZYj.jpeg B20 (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan pelaksanaan program mandatori Biodesel 20% alias B20. Pemanfaatan B20 hingga kuartal III-2019 sudah mencapai 4,63 juta kiloliter (kl).

Baca Juga: Impor Solar Turun 45% berkat B20

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pelaksanaan program B20 sudah mulai terasa efeknya terhadap angka impor migas. Berkat program ini juga negara mampu menghemat devisa mencapai Rp35,58 triliun.

"Pemanfaatan biodiesel dalam negeri sampai triwulan III-2019 sebesar 4,63 juta kiloliter (kl), menghemat devisa sekitar USD2,37 miliar atau Rp35,58 triliun," ujarnya di ruang Rapat Komisi VII, DPR-RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga: Tak Ada Keraguan, B30 Diterapkan Januari 2020

Arifin mengatakan, dari sisi produksi program B20 juga sudah mulai mendekati 100%. Pasalnya, hingga saat ini total produksi biodiesel mencapai 6,26 juta kl atau sudah mencapai 82% dari target 7,37 juta kl.

"Kebijakan mandatori B20, produksinya sudah 6,26 juta kl atau 82% dari target produksi sebesar 7,37 juta kl," kata Arifin.

Asal tahu saja, B20 merupakan program pemerintah yang mewajibkan pencampuran 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Program ini mulai diimplementasikan pada 1 September 2018.

 Biodiesel

B20 menjadi salah satu langkah yang ditawarkan pemerintah untuk menekan impor. Defisit neraca dagang menjadi salah satu permasalahan ekonomi di republik ini. Meskip Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca dagang di bulan September 2019 sebesar USD160 juta.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan mengalami surplus tipis yakni USD161,3 juta pada Oktober 2019. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan Oktober 2018 yang mengalami defisit sebesar USD1,75 miliar.

Begitu pula bila dibandingkan secara bulanan, mengalami perbaikan dari September 2019 yang tercatat defisit USD163,9 juta.

Sedangkan nilaj impor Oktober 2019 tercatat mencapai USD14,77 miliar. Realiasi ini mengalami penurunan tajam sebesar 16,39% dibandingkan dengan Oktober 2018 yang sebesar USD17,67 miliar.

Meskipun turun, namun pada sektor migas terjadi defisit sebesar USD829,2 juta.Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit USD237,5 juta dan hasil minyak defisit USD1 miliar. Namun pada gas tercatat surplus USD409,4 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini