nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Catat Uang Beredar Tumbuh Melambat pada Oktober

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 29 20 2135885 bi-catat-uang-beredar-tumbuh-melambat-pada-oktober-JYV1gadoop.jpg Rupiah (Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat di Oktober 2019. Perlambatan tersebut dari seluruh komponennya.

Melansir keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (29/11/2019), posisi M2 pada Oktober 2019 tercatat Rp6.025,6 triliun atau tumbuh 6,3% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,1% (yoy).

 Baca juga: BI Catat Uang Beredar Melambat pada September

Komponen uang kuasi melambat, dari 7,0% (yoy) pada September 2019 menjadi 6,1% (yoy). Hal ini dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan simpanan berjangka, tabungan dan giro valuta asing (valas).

 Rupiah

Uang beredar dalam arti sempit (M1) juga menunjukkan perlambatan, dari 6,9% (yoy) pada September 2019 menjadi 6,6% (yoy) pada Oktober 2019. Pertumbuhan M1 tersebut bersumber dari perlambatan giro Rupiah.

 Baca juga: Viral Uang Rp10 Juta Dimakan Rayap, Kisah Nyesek si Pemilik saat ke BI

Demikian juga surat berharga selain saham, melambat dari 39,1% (yoy) pada September 2019 menjadi 33,4% (yoy) pada bulan laporan. Sementara itu, uang kartal tumbuh meningkat, dari 4,0% (yoy) pada September 2019 menjadi 5,1% (yoy) pada Oktober 2019.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada Oktober 2019 disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih serta aktiva dalam negeri bersih. Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih tercatat melambat, dari 2,7% (yoy) pada September 2019 menjadi 1,9% (yoy).

 Baca juga: Pertumbuhan Uang Beredar Melambat di Rp5.911,2 Triliun pada Juni 2019

Sementara itu, aktiva dalam negeri bersih pada Oktober 2019 tumbuh sebesar 7,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,6% (yoy). Perlambatan pertumbuhan aktiva dalam negeri bersih terutama disebabkan oleh penyaluran kredit yang tumbuh lebih rendah, dari 8,0% (yoy) pada September 2019 menjadi 6,6% (yoy) pada Oktober 2019.

Selain itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat mengalami kontraksi sebesar -10,0% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar -7,5% (yoy). Perkembangan tersebut sejalan dengan peningkatan kewajiban sistem moneter kepada Pemerintah Pusat terutama dalam bentuk simpanan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini