Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 320 2137782 larry-page-mundur-sundar-pichai-jadi-ceo-alphabet-lUYfxA9TCC.jpg Sundar Pichai (Foto: Business Insider)

JAKARTA - CEO Alphabet Larry Page mengumumkan mundur dari jabatannya pada Selasa waktu setempat.

Nantinya, CEO Google Sundar Pichai yang akan menjadi CEO Alphabet. Salah satu pendiri Alphabet, Sergey Brin juga akan mengundurkan diri sebagai Presiden Alphabet.

Baca Juga: Sundar Pichai, si Bocah Miskin dari India yang Kini Jadi Miliarder di Google

Pengumuman pengunduran diri ini membuat saham Alphabet naik sebanyak 0,8% setelah beberapa jam.

"Dengan Alphabet yang sekarang sudah mapan dan mumpuni, Google dan Other Bets beroperasi secara efektif sebagai perusahaan independen, ini adalah waktu yang wajar untuk menyederhanakan struktur manajemen kami," tulis Page dan Brin yang dilansir dari CNBC, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga: Sundar Pichai Larang Budaya Minum-Minum untuk Karyawannya, Kenapa?

“Kami belum pernah memegang peran manajemen ketika kami berpikir ada cara yang lebih baik untuk menjalankan perusahaan. Alphabet dan Google tidak lagi membutuhkan dua CEO dan seorang Presiden," lanjutnya.

 Google

Page menjadi CEO Alphabet pada 2015 ketika Google mereorganisasi untuk membentuk perusahaan induk baru untuk mengawasi "Other Bets" di luar bisnis pencarian dan iklan digital utamanya. Sebelumnya, Page menjabat sebagai CEO Google. Di bawah struktur baru, Pichai menjadi CEO Google. Pichai sebelumnya memimpin Android dan Chrome di perusahaan ini.

Berdasarkan surat itu, baik Page maupun Brin akan tetap “terlibat aktif” sebagai anggota dewan Alphabet. Para co-founder masih memiliki hak suara mengendalikan perusahaan. Page memegang sekitar 5,8% saham Alphabet, Brin mengendalikan sekitar 5,6% sahamnya, dan Pichai memegang saham sekitar 0,1%, memastikan CEO baru masih dapat ditantang oleh para pendiri perusahaan. Google mengatakan struktur pemilihannya tidak berubah.

Alphabet mungkin perlu lebih bersandar pada taruhan lainnya, yang mencakup perusahaan seperti Waymo dan Verily, karena bisnis periklanan digital intinya yang dijalankan oleh Google menunjukkan tanda-tanda melambat.

Google menunjukkan pendapatan iklan yang melambat pada kuartal pertama tahun 2019 dan laba yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya selama kuartal ketiga. Perusahaan masih berjuang untuk menghasilkan pendapatan yang signifikan dalam perangkat keras, meskipun bisnis cloud-nya sedang berkembang saat ini.

Page dan Pichai telah mengawasi perusahaan selama beberapa tahun yang penuh gejolak ketika karyawan Google menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan kebijakan perusahaan tersebut.

Ribuan karyawan Google keluar dari kantor pada tahun lalu untuk memprotes paket keluar sebesar USD90 juta setara Rp1,2 triliun (kurs Rp14.103 per USD) yang menurut Google dibayarkan kepada mantan pemimpin Android Andy Rubin, walaupun dia melakukan pelanggaran seksual. Dewan Alphabet telah membuka penyelidikan tentang bagaimana para eksekutif telah menangani klaim pelanggaran seksual.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini