nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pensiun Wapres, Jusuf Kalla Bosan Setiap Hari Terasa Sabtu

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 23:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 04 320 2138098 pensiun-wapres-jusuf-kalla-bosan-setiap-hari-terasa-sabtu-CdncfvZSZz.jpeg Jusuf Kalla (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019 Jusuk Kalla (JK) telah menjalani masa pensiun selama 1,5 bulan, pasca aktifnya pemerintahan baru pada 20 Oktober 2019. Dirinya mengaku aktivitas saat ini sangat berbeda dari sebelumnya.

JK mengatakan, menjalani masa pensiun membuatnya merasa bahwa setiap hari merupakan hari Sabtu, alias hari libur. Lantaran tak ada aktivitas kenegaraan seperti sebelumnya yang membuat dia berkunjung ke berbagai daerah.

 Baca juga: Bahas Ekonomi RI, Presiden Jokowi: Masa Kita Masih Impor Petrokimia?

"Saya sudah 1,5 bulan pensiun. Sebenarnya, waktu terakhir menjabat saya sempat ketemu Wapres China, dia bilang 'Saya yakin Vice Presiden sama dengan teman lain. Pensiun tapi tidak istirahat.' Jadi, 10 hari pertama pensiun saya memang merasa hari Sabtu terus," ujarnya ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Jusuf Kalla

Tapi kenyamanan menikmati hari libur itu ternyata tak berlangsung lama, lantaran JK merasa bosan. Rasa bosan itu tak hanya dirasakam dirinya, tapi juga oleh sang istri, Mufidah Jusuf Kalla.

 Baca juga: 4 Fakta Ekonomi Indonesia bak Film 'Cast Away' Versi Presiden Jokowi

"Bosan juga hari Sabtu terus. Hari pertama dan kedua masih enak, kemudian seterusnya merasa kenapa di rumah terus? Jadi sekarang kami keliling Indonesia lihat bisnis, lihat keadaan," jelasnya.

JK juga menyatakan, berakhirnya masa jabatan di dalam pemerintahan bukan berarti dirinya berhenti mengelola perekonomian. Menurutnya, dengan aktif secara penuh menjadi kepala keluarga itu artinya tetap harus mampu menyusun strategi agar perekonomian keluarga berjalan dengan baik.

Oleh sebab itu, kini JK juga kembali fokus menggarap bisnisnya. "Mengurus rumah tangga dan menjabat kepala negara tak jauh beda. Jadi tetap saja ini kehidupan jalan, kita tidak bisa hanya di rumah. Sekarang usaha katering yang biasa saja, kini menunya diubah. Sebagai pengusaha, perusahaan tidak pernah kita hentikan penjualannya tapi kita promosi," kata dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini