Daftar Lengkap 50 Orang Terkaya di Indonesia 2019

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 13:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 05 320 2138278 daftar-lengkap-50-orang-terkaya-di-indonesia-2019-dJS5u1DMqs.jpg Budi Hartono (Foto: Forbes)

JAKARTA – Tidak hanya Amerika atau Eropa yang memiliki sederet nama orang terkaya di negaranya. Indonesia juga punya daftar nama-nama tersebut. Berikut ini 50 daftar nama orang terkaya di Indonesia, seperti dilansir Forbes, Kamis (5/12/2019):

1. R Budi & Michael Hartono

Hartono bersaudara memiliki kekayaan sebanyak USD37,3 miliar atau Rp525,3 triliun (Kurs Rp14.000/USD). Akar kekayaan keluarga berasal dari pembuat rokok kretek Djarum, dimulai oleh ayahnya dan sekarang dijalankan oleh putra Budi, Victor.

2. Keluarga Widjaja

Keluarga konglomerat ini mengantongi kekayaan senilai USD9,6 miliar atau Rp135,2 triliun. Saat ini Sinar Mas mereka memiliki minat di bidang kertas, real estat, jasa keuangan, agribisnis dan telekomunikasi.

Baca Juga: Kakek Nenek Paling Kaya di Indonesia, Tertua Usia 93 Tahun

3. Prajogo Pangestu

Pada posisi ketiga, Prajogo memiliki kekayaan sebesar USD7,6 miliar atau Rp107,03 triliun. Perusahaannya PT Barito Pacific Timber go public pada tahun 1993 dan berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu pada tahun 2007.

4. Susilo Wonowidjojo

Dengan nilai kekayaan USD6,6 miliar atau Rp92,9 triliun, Susilo berhasil menorehkan diri diposisi keempat. Ayahnya Surya, yang tampaknya mulai bekerja untuk bisnis tembakau pamannya, mendirikan Gudang Garam pada tahun 1958.

5. Sri Prakash Lohia

Pengusaha berusia 67 tahun itu memiliki kekayaan senilai USD5,6 miliar atau Rp 78,9 triliun. Pada tahun 1970-an ia dan ayahnya pindah dari India ke Indonesia, di mana mereka mendirikan Indorama sebagai pembuat benang pintal. Sekarang menjadi pembangkit tenaga listrik petrokimia, membuat produk industri termasuk poliolefin pupuk, bahan baku tekstil dan sarung tangan medis.

6. Anthoni Salim

Menempatkan dirinya di posisi keenam nilai kekayaan senilai USD5,5 miliar atau Rp77,5 triliun. Salim adalah CEO Indofood, salah satu pembuat mie instan terbesar di dunia.

anthoni

7. Tahir

Tahir memiliki kekayaan USD4,8 miliar atau Rp67,6 triliun. Tahir, yang dikenal dengan satu nama, adalah pendiri Mayapada Group, sebuah perusahaan dengan minat di bidang perbankan, rantai rumah sakit dan, yang paling menonjol, real estat.

8. Boenjamin Setiawan

Mengantongi kekayaan sebesar USD4,35 miliar atau Rp61,3 triliun. Ia mendapatkan kekayaannya dari bisnis obat-obatan. Boenjamin Setiawan, yang memiliki gelar doktor di bidang farmakologi, mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 dengan lima saudara kandungnya.

9. Chairul Tanjung

Anak singkong ini memiliki kekayaan sebesar USD3,6 miliar atau Rp50,7 triliun. Chairul Tanjung CT Corp. terkenal karena menerbitkan kartu kredit, mengoperasikan hypermarket, dan menjalankan stasiun TV. Trans Retail-nya memiliki toko kelontong di bawah merek Carrefour dan Transmart.

10. Jogi Hendra Armadja

Pendiri Mayora Grup ini mengantongi kekayaan sebesar USD3 miliar atau Rp42,2 triliun. Jogi Hendra Atmadja adalah kepala Mayora Group, salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia; menjual kopi, sereal, permen, biskuit, dan lainnya.

11. Bachtiar Karim

Ia yang berusia 62 tahun, memiliki kekayaan USD2,6 miliar atau Rp36,4 triliun. Bersama saudara-saudara Burhan dan Bahari, Bachtiar Karim mengelola Musim Mas, sebuah perusahaan kelapa sawit terintegrasi.

12. Mochtar Riady

Ia yang berbisnis di berbagai sektor ini memiliki kekayaan sebanyak USD2,1 miliar atau Rp29,4 triliun. Mochtar Riady adalah pendiri Lippo Group, sekarang dijalankan oleh putra James dan Stephen. Dilahirkan di Jawa Timur, Riady membuka toko sepeda pada usia 22 dan terus membangun karier perbankan yang sukses hingga krisis keuangan 1997. Saat ini, minat Lippo Group meliputi real estat, ritel, perawatan kesehatan, media dan pendidikan.

13. Martua Sitorus

Dengan mengantongi kekayaan sebesar USD2 miliar atau Rp28 triliun, pengusaha berusia 59 tahun ini menempati peringkat ke-13. Sitorus mundur dari Wilmar, tapi sekarang menjadi pedagang minyak sawit terbesar di dunia, pada Juli 2018.

14. Putera Sampoerna

Ia yang sering berinvestasi di berbagai bidang ini memiliki kekayaan sebesar USD1,8 miliar atau Rp25,1 triliun. Ahli waris tembakau Putera Sampoerna menjual bisnis rokok kretek keluarganya kepada Philip Morris. Melalui Sampoerna Strategic Group, keluarga memiliki investasi di bidang pertanian, keuangan, telekomunikasi dan kayu.

15. Kuncoro Wibowo

Kuncoro yang bergerak di bidang retail ini mengantongi kekayaan USD1,7 miliar atau Rp23,7 triliun. Kuncoro Wibowo adalah presiden komisaris PT Ace Hardware Indonesia, pemegang lisensi dari rantai toko perangkat keras AS. Perusahaan terdaftar, Ace Hardware Indonesia memiliki 187 toko di negara ini, termasuk toko Ace terbesar di dunia.

16. Peter Sondakh

Berusia 69 tahun, ia memiliki kekayaan sebanyak USD1,65 miliar atau Rp23 triliun. Peter Sondakh adalah kepala Rajawali Corpora, sebuah perusahaan investasi yang didirikan pada tahun 1984 yang portofolionya mencakup hotel, media, dan pertambangan. Aset lainnya termasuk hotel Four Seasons di Jakarta, penyedia layanan internet Velo Networks, dan jaringan TV Rajawali Televisi.

Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya Termuda di Indonesia, dari Ciliandra Fangiono hingga Boy Thohir

17. Garibaldi Thohir

Ia mengantongi kekayaan senilai USD1,6 miliar atau Rp22,3 triliun. Garibaldi Thohir adalah CEO dan pemegang saham utama Adaro Energy, salah satu eksportir batubara top dunia. Dia pertama kali mengakuisisi saham di Allied Indocoal dalam usaha patungan dengan perusahaan Australia kemudian, dengan mitra, membeli Adaro pada tahun 2005.

18. Theodore Rachmat

Theodore yang menduduki peringkat ke-18 dengan kekayaan sebesar USD1,55 miliar atau Rp21,6 triliun. Rachmat memiliki saham minoritas di perusahaan batubara Adaro Energy yang terdaftar, di mana dia adalah Wakil Presiden Komisaris. Dia mulai di pembuat mobil Astra International, yang didirikan oleh pamannya William Soeryadjaya, pada tahun 1968. Dia akhirnya menjadi CEO.

19. Husain Djojonegoro

Husain memiliki kekayaan bersih senilai USD1,53 miliar atau Rp21,4 triliun. Husain dan adiknya Pudjiono mengelola Grup ABC, yang membuat baterai ABC, minuman energi Kratingdaeng, dan minuman kesehatan.

20. Djoko Susanto

Pengusaha berusia 69 tahun, Djoko mengantongi kekayaan sebesar USD1,5 miliar atau Rp2 triliun. Djoko Susanto adalah CEO Alfa Supermarket, yang memiliki 16.000 toko waralaba di seluruh Indonesia. Divisi propertinya Alfaland mengoperasikan Omega Hotel Management di seluruh negara.

Djoko

21. Alexander Tedja

Ia yang bergerak dibidang real estate, memiliki kekayaan sebesar USD1,45 miliar atau Rp20,2 triliun. Pengembang real estat Alexander Tedja Pakuwon Jati telah membangun pusat perbelanjaan di Indonesia seiring dengan meningkatnya kelas menengah.

22. Sukanto Tanoto

Sukanto mengantongi kekayaan sebesar USD1,4 miliar atau Rp19,5 triliun. Sukanto Tanoto adalah pemilik Royal Golden Eagle dengan bisnis di pulp & kertas, minyak kelapa sawit, dan energi.

23. Ciliandra Fangiono

Ia yang berusia 43 tahun ini memiliki kekayaan senilai USD1,37 miliar atau Rp19,1 triliun. Ciliandra Fangiono menjabat sebagai CEO First Resources Ltd., sebuah perusahaan kelapa sawit yang terdaftar di Singapura dengan perkebunan di seluruh Indonesia.

24. Husodo Angkosubroto

Husodo memiliki kekayaan sebesar USD1,35 miliar atau Rp18,8 triliun. Ayah Husodo Angkosubroto mendirikan Gunung Sewu Group sebagai pedagang komoditas pada tahun 1953, kemudian memperluasnya menjadi properti dan pertanian.

25. Keluarga Ciputra

Dengan kekayaan senilai USD1,3 miliar atau Rp18,1 triliun, mereka berhasil menduduki peringkat ke-25. Ciputra adalah arsitek yang terlatih, yang mendirikan Grup Ciputra lebih dari tiga dekade lalu. Hari ini, Ciputra Development adalah salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia dengan proyek di 33 kota.

26. Eddy Katuari

Ia mengantongi kekayaan sebesar USD1,25 miliar atau Rp17,4 triliun. Eddy Katuari mengambil alih perusahaan pembuat barang-barang rumah tangga Wings pada tahun 2004. Wings adalah salah satu produsen sabun dan barang-barang rumah tangga terbesar di Indonesia seperti pembersih toilet, deterjen dan pembalut wanita.

27. Winarko Sulistyo

Pengusaha 73 tahun itu memiliki kekayaan senilai USD1,2 miliar atau Rp1,67 triliun.Winarko Sulistyo memiliki 44% saham di produsen kertas kemasan terdaftar Fajar Surya Wisesa. Pada Mei 2019, ia menjual 45% saham kepada Siam Cement Thailand. Kertas kemasan perusahaan digunakan oleh perusahaan barang konsumen terkemuka seperti Nestle, Unilever dan Samsung.

28. Low Tuck Kwong

Ia memiliki kekayaan sebesar USD1,17 miliar atau Rp16,3 triliun. Dikenal sebagai raja batubara, Low Tuck Kwong kelahiran Singapura adalah pendiri Bayan Resources, sebuah perusahaan pertambangan batubara di Indonesia.

29. Murdaya Poo

Murdaya memiliki kekayaan senilai USD1,15 miliar atau Rp16 triliun. Murdaya Poo adalah pendiri Central Cipta Murdaya, yang memiliki investasi di perkebunan kelapa sawit, produsen kayu lapis, teknik dan IT.

30. Irwan Hidayat

Pengusaha yang bergerak di bidang obat-obatan herbal ini mengantongi kekayaan sebesar USD1,1 miliar atau Rp15,3 triliun. Irwan Hidayat dan keluarganya memiliki saham mayoritas di Sido Muncul, perusahaan obat herbal terbesar di Indonesia. Perusahaan yang diperdagangkan secara publik ini dilaporkan memiliki 60% pangsa pasar.

Baca Juga: 10 Orang Paling Kaya di Indonesia, dari Hartono hingga Anthoni Salim

31. Kardja Rahardjo

Ia memiliki kekayaan senilai USD1,02 miliar atau Rp14,2 triliun. Kardja Rahardjo menjalankan perusahaan pengiriman Pelayaran Tamarin Samudra, yang ia dirikan pada tahun 1998. Perusahaan menyediakan layanan penyewaan kapal.

32. Hary Tanoesoedibjo

Pendiri sekaligus pemilik MNC Group ini memiliki kekayaan sebesar USD1 miliar atau Rp14 triliun. Hary Tanoesoedibjo mulai membangun bisnis media setelah lulus; dia masih memiliki stasiun TV, stasiun radio, dan surat kabar. Saat ini Hary Tanoe menjabat sebagai Chairman MNC Group.

33. Sjamsul Nursalim

Pengusaha berusia 77 tahun ini mengantongi kekayaan sebanyak USD990 juta atau Rp13,9 triliun. Putra seorang penjual karet, Nursalim membuat kekayaannya dari sektor properti, batubara dan ritel. Dia memiliki saham di pengecer terdaftar Mitra Adiperkasa Iperkasa, yang mengoperasikan Zara, Topshop, Steve Madden dan merek toko lainnya di Indonesia.

34. Donald Sihombing

Ia mengantongi kekayaan sebanyak USD970 juta atau Rp13,5 triliun. Donald Sihombing mendirikan dan menjalankan pakaian konstruksi Indonesia, PT Totalindo Eka Persada, yang membangun Four Seasons di Jakarta, di antara banyak lainnya.

Donald

35. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Pengusaha yang berusia 91 tahun ini memiliki kekayaan senilai USD960 juta atau Rp13,4 triliun. Lim dan keluarganya memiliki saham mayoritas di produsen minyak sawit yang terdaftar di Singapura Bumitama Agri; perkebunannya berlokasi di Indonesia. Putranya Lim Gunawan Hariyanto adalah ketua dan CEO Bumitama Agri.

36. Sabana Prawirawijaya

Ia memiliki kekayaan senilai USD915 juta atau Rp12,8 triliun. Sabana Prawirawidjaja adalah salah satu pendiri Ultrajaya Milk Industry Tbk, pembuat produk susu rak stabil, yang tidak perlu pendinginan.

37. Osbert Lyman

Pengusaha yang bergerak pada bidang real estate ini mengantongi kekayaan sebanyak USD865 juta atau Rp12,1 triliun. Osbert Lyman menjalankan Lyman Group, yang memiliki memiliki real estat, memiliki bisnis kelapa sawit, dan berada dalam bisnis kayu.

38. Kusnan & Rusdi Kirana

Mereka memiliki kekayaan senilai USD835 juta atau Rp11,6 triliun. Brothers Kusnan dan Rusdi Kirana memiliki Lion Air, sekarang maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia, dengan 226 penerbangan sehari ke 36 tujuan.

39. Harjo Sutanto

Harjo mengantongi kekayaan sebanyak USD810 juta atau Rp11,3 triliun. Bersama Johannes Ferdinand Katuari, Harjo Sutanto memulai penjualan sabun dari pintu ke pintu lebih dari 60 tahun yang lalu di Jawa Timur. Wings adalah salah satu produsen sabun dan barang-barang rumah tangga terbesar di Indonesia seperti pembersih toilet, deterjen dan pembalut wanita.

40. Hashim Djojohadikusumo

Menduduki peringkat ke-40 dengan jumlah kekayaan sebesar USD800 juta atau Rp11 triliun. Hashim Djojohadikusumo mengendalikan Grup Arsari yang beragam. Kelompoknya memiliki investasi di perkebunan kelapa sawit, pulp dan kertas, pertambangan, logistik, dan layanan kargo.

41. Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Pengusaha berusia 66 tahun ini memiliki kekayaan senilai USD780 juta atau Rp10,42 triliun. 

Eddy Kusnadi Sariaatmadja mendirikan Emtek pada tahun 1983 sebagai distributor komputer Compaq eksklusif di Indonesia; dia memiliki saham mayoritas. Emtek saat ini mengendalikan 3 saluran TV Indonesia, termasuk SCTV, Indosiar dan O Channel.

42. Sudhamek

Pengusaha yang bergerak di bidang makanan ini mengantongi sebanyak USD745 juta. Sudhamek mengelola GarudaFood milik keluarga, salah satu produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia, bagian dari Tudung Group. Ayahnya Darmo Putro mendirikan PT Tudung, pendahulu untuk GarudaFood, pada tahun 1958, dimulai dengan tapioka dan kemudian menambahkan kacang panggang.

43. Soegiarto Adikoesoemo

Ia memiliki kekayaan senilai USD730 juta atau Rp10,2 triliun. Soegiarto Adikoesoemo mendirikan AKR Corporindo sebagai pedagang bahan kimia pada tahun 1960 dan mendaftarkannya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994. AKR Corporindo sekarang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi minyak bumi, layanan logistik, dan manufaktur bahan kimia.

Baca Juga: Dimakamkan Hari Ini, Ciputra Didapuk Jadi Orang Terkaya di Indonesia 2019 Nomor 25

44. Aksa Mahmud

Dengan kekayaan sebanyak USD710 juta atau Rp9,9 triliun, Aksa berhasil masuk ke-50 besar orang terkaya. Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Corporindo, mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari pembuat semen Bosowa Semen. Dia memulai bisnisnya sebagai dealer Datsun di tahun 1970-an. Selain semen, bisnisnya beroperasi di sektor otomotif, properti, perbankan, pertambangan, dan energi.

45. Arifin Panigoro

Ia mengantongi kekayaan senilai USD670 juta atau Rp9,3 triliun. Arifin Panigoro mendirikan Medco Energi Internasional, perusahaan minyak dan gas yang terdaftar sekarang dikelola oleh saudaranya Hilmi. Panigoro juga memiliki perkebunan kelapa sawit, hotel dan saham di 2 bank.

46. Hamami

Hamami memiliki kekayaan sebanyak USD660 juta atau Rp9,2 triliun. Grup Tiara Marga Trakindo keluarga Hamami didirikan oleh Achmad Hamami, yang meninggal pada November 2019 pada usia 90 tahun. Mereka memiliki Trakindo Utama, distributor Caterpillar di Indonesia dan juga mengoperasikan restoran burger Carl's Jr. dan supermarket LOKA.

Hamami

47. Edwin Soeryadjaya

Pengusaha berusia 70 tahun, ia memiliki kekayaan senilai USD635 juta atau Rp8,88 triliun. Edwin Soeryadjaya adalah putra mendiang William Soeryadjaya, pendiri konglomerat Astra International. Putra Ediwn, Michael, adalah Direktur Utama perusahaan, yang diperdagangkan secara publik dan memiliki saham di 20 perusahaan, termasuk perusahaan batubara Adaro Energy.

48. Kartini Muljadi

Salah satu perempuan terkaya di Indonesia ini, memiliki kekayaan sebesar USD630 juta atau Rp8,8 triliun. Kartini Muljadi dan anak-anaknya memiliki Grup Tempo; perusahaan terbesarnya adalah PT Tempo Scan Pacific, yang memproduksi obat-obatan dan barang-barang konsumsi. Muljadi adalah seorang pengacara dan mantan hakim; firma Kartini Muljadi & Rekan (KMR) adalah firma hukum komersial dan korporasi Indonesia yang terkenal.

49. Arini Subianto

Selain Kartini, Arini berhasil masuk ke daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Dengan nilai kekayaan USD600 juta atau Rp8,3 triliun. Arini Subianto sekarang menjadi direktur utama perusahaan induk keluarga, Persada Capital Investama. Arini mengawasi investasi Persada dalam produk-produk pemrosesan kayu dan minyak kelapa sawit untuk pengolah karet dan batubara.

50. Iwan Lukminto

Terakhir, Iwan menempati peringkat terakhir. Dengan kekayaan senilai USD585 juta atau Rp8 triliun. Iwan Lukminto adalah putra tertua almarhum H.M. Lukminto, yang mendirikan Sritex Group pada 1966 dengan toko batik di Solo.

Sritex Group telah berkembang menjadi perusahaan tekstil terintegrasi yang besar; Iwan telah memimpin sejak 1997. Grup perusahaan Sri Rejeki Isman, produsen tekstil, terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1
4
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini