nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Volume Dagang Indonesia-AS Tembus Rp831 Triliun pada 2024

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 15:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 05 320 2138335 presiden-jokowi-volume-dagang-indonesia-as-tembus-rp831-triliun-pada-2024-LF8XG47EMz.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Amerika Serikat makin erat, khususnya dalam bidang kerja sama ekonomi.

Pasalnya Amerika Serikat telah menjadi mitra dagang terbesar keempat di Indonesia. Jumlah investasi AS yang ditanamkan di Indonesia juga mencapai nilai USD1,2 miliar atau Rp16 triliun (Kurs 14.000/ USD).

Baca juga: The Fed Perkirakan AS Tak Akan Alami Resesi

Bahkan Presiden Joko Widodo menyampaikan perjanjian dagang dengan AS akan meningkat. “Indonesia dan AS sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan sebesar USD60 miliar (Rp831 triliun) hingga 2024,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Tak lupa, Presiden juga berharap para pebisnis atau investor AS dapat melihat peluang itu untuk mengadakan perjanjian, khususnya sektor infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

Pimpin Ratas, Jokowi Singgung Manajemen Logistik dan Rantai Pasok Beras Nasional  

Pada acara yang sama, Presiden didampingi sejumlah menterinya menerima delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat (AS) – ASEAN atau US – ASEAN Business.

Presiden Indonesia ke-7 itu menyatakan pertemuan itu sebagai tukar pendapat mengenai kerja sama Indonesia, ASEAN, dan AS. Ia juga menyampaikan kehadiran AS maupun negara-negara ASEAN di Indonesia sangat terbuka, terlebih lagi kerja sama yang saling menguntungkan.

Baca juga: 3,1 Juta Warga AS Terancam Kehilangan Tunjangan Pangan

“AS tidak hanya akan menguntungkan ASEAN tetapi juga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di Indo-Pasifik yang lebih luas,” jelas Presiden.

Pada pertemuan itu, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menkominfo Johny G. Plate, serta Wakil Menlu AS Mahendra Siregar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini