nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyelundupan Motor Moge, Sri Mulyani: Negara Rugi Rp1,5 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 18:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 05 320 2138421 penyelundupan-motor-moge-sri-mulyani-negara-rugi-rp1-5-miliar-XGTkoUI27X.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut penyelundupan Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda Brompton Ilegal yang dibawa pesawat Garuda Indonesia dari Prancis mengakibatkan negara kehilangan miliaran rupiah. Hal itu berdasarkan temuan Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang melakukan pemeriksaan terhadap 18 kardus di bagasi pesawat.

Berdasarkan perkiraannya, total kerugian negara akibat penyelundupannya adalah sekitar Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar. Hanya saja dirinya tidak merinci kerugian tersebut berasal dari mana saja.

 Baca Juga: Garuda Klaim Onderdil Harley Davidson di Pesawatnya Bukan Selundupan

"Total kerugian negara, potensi atau yang terjadi kalau nggak deklarasi antara Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Sri Mulyani pun menjelaskan kronologis dari kejadian penyelundupan barang mewah tersebut. Awalnya, pesawat yang mendarat di hanggar PT GMF tersebut dilaporkan nil cargo dalam laporan manifestnya.

 Harley

Namun demikian, ketika dilakukan pemeriksaan pada lambung pesawat ditemukan beberapa koper bagasi penumpang. Selain itu ditemukan juga 18 koli yang keseluruhannya memiliki claimtag sebagai bagasi penumpang.

Jika dirinci, 15 koli berisi onderdil motor Harley Davidson atas nama SAW. Sedangkan 3 kotak lainnya dengan claim tag LS berisi 2 sepeda merek Brompton kondisi baru beserta aksesori sepeda tersebut.

 Baca Juga: Menhub Telusuri Dugaan Garuda Indonesia Angkut Harley Davidson Ilegal

"Berisi dua sepeda merek brompthon beserta aksesori . Sedang populer banget di Jakarta," ucapnya.

Saat ditanya lanjut Sri Mulyani, salah satu penumpang dalam pesawat berinisial SAS mengaku barang tersebut dibeli melalui akun situs belanja online e-Bay. Hanya saja, ketika dilakukan pemeriksaan, DJBC tidak menemukan kontak penjual yang didapat dari situs belanja online tersebut.

"Kami tidak dapatkan kotak penjual yang didapat dari e-Bay tersebut. SAS juga punya utang di bank Rp 300 juta yang dicairkan Oktober untuk renovasi rumah," kata Sri Mulyani.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini