nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tol Cigatas Segera Dibangun, Dimulai dari Gedebage-Majalaya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 08 Desember 2019 14:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 08 320 2139379 tol-cigatas-segera-dibangun-dimulai-dari-gedebage-majalaya-lm8n1n8fUX.jpg Jalan Tol. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pembangunan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dipastikan akan tetap dilakukan oleh pemerintah. Rencananya jalan tol Gedebage-Tasikmalay-Cilacap ini akan dibangun dalam tempo lima tahun ke depan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan market sounding kepada para investor. Dari hasil market sounding tersebut sudah ada beberapa investor yang mengaku berminat ikut dalam pembangunan jalan tol tersebut.

Baca Juga: Dukung Ibu Kota Baru, Jalan Tol Balsam Siap Diresmikan Sebelum Natal

"Market sounding memang secara keseluruhan. Tapi konsentrasi prioritasnya. Lelang itu bisa satu kali tapi proses pelaksanaan konstruksinya bertahap. Kan kekuatan investornya kan triliunan mas. Maksudnya itu," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Meskipun sudah dilakukan market sounding pembangunan jalan tol Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap ini akan dilakukan secara bertahap. Sebagai permulaan yang akan dibangun adalah dari Gedebage menuju Majalaya.

jalan tol

Ruas tol Gedebage-Majalaya sendiri memiliki panjang sekitar 10,86 kilometer. Ruas tol ini juga merupakan awal dari pengerjaan ruas tol Gedebage - Tasikmalaya.

"Paling padat mana ini. Ya sudah masuk dulu ini. Gedebage seksi 1 dulu. Ini kan nanti dipecah 12," ucapnya

Saat ditanya seksi mana lagi yang akan dibangun, Sugi belum bisa memastikan. Sebab keputusan ruas mana yang akan dibangun selanjutnya tergantung dari keekonomian daerah itu sendiri.

Baca Juga: Tol Balikpapan-Samarinda Fungsional saat Libur Natal hingga Tahun Baru 2020

"Kalau mana dulu kan tergantung pada potensi ekonomi mas. Pangandaran ? Bisa jadi tapi kan yang melihat dari sisi ekonominya bukan hanya kita. Tapi si badan usahanya," ucapnya

Maksudnya adalah, daerah tersebut harus mempunyai prioritas seperti misalnya apakah daerah tersebut memiliki kawasan industri ataupun pariwisata. Misalnya adalah kawasan pariwisata di Pangandaran, jika memang kebutuhannya mendesak maka bisa saja akan menjadi prioritas pembangunan.

Apalagi jika daerah tersebut dinilai sudah padat meskipun sudah ada jalan Pantai Selatan (Pansela). Maka solusinya adalah membangun jalan tol untuk memperlancar dan menarik jumlah wisatawan.

"Daerah industri ga tau tambang. Mungkin di sini pabrik semen baru. Kalau ESDM ga tau kawasannya di mana. Pangandaran misalnya oh di sini nanti akan banyak hotel. Pariwisata. Tapi kok jalan tol belum. Ya panselanya fungsi. Panselanya sudah mulai padat ini akan menjadi konsentrasi dibangun tolnya. Sini sudah mungkin tengah belum ini mungkin jadi keluar," jelasnya.

Sebagai informasi, jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap memiliki panjang 206,65 kilometer. Pembangunan jalan tol ini akan dibagi ke dalam 12 seksi.

Seksi pertama adalah Gedebage- IC Majalaya sepanjang 10,86 kilometer. Lalu seksi kedua adalah IC Majalaya- IC Nagrek sepanjang 12 kilometer, lalu IC Nagrek- IC Garut Utara sepanjang 21,97 kilometer.

jalan tol

Lalu IC Garut Utara - IC Garut Selatan sepanjang 7,28 kilometer. Kemudian IC Garut Selatan - IC Singaparna 30,25 kilometer, lalu IC Singaparna - IC Tasikmalaya sepanjang 12 kilometer.

Dan seksi IC Tasikmalaya - Tasikmalaya sepanjang 850 meter. Seksi ini merupakan batas dari segmen Gedebage - Tasikmalaya.

Lalu lanjut pada segmen Tasikmalaya - Cilacapa dimulai dengan ruas tol Tasikmalaya - IC Ciamis sepanjang 13,10 kilometer. Lalu IC Ciamis - IC Banjar dengan panjang 31,10 kilometer.

Kemudian IC Banjar - IC Kalipucang sepanjang 32,05 kilometer. Dilanjutkan IC Kalipuncang - IC Cilacap sepanjang 34,20 kilometer dan terakhir IC Cilacap-Cilacap sepanjang 1 kilometer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini