MANGGARAI BARAT - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2018 diyakini bakal tetap positif, masih di atas 5%. Padahal, kondisi ekonomi global memang tengah tertekan dibayangi isu trade war.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Endi Dwi Tjahyono mengatakan, paling tidak ada tiga faktor yang akan mengangkat perekonomian Indonesia. Pertama adalah ekspor yang diyakini bakal tumbuh lebih baik pada tiga bulan terakhir di 2019.
Baca juga: Jurus BI Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Dorong Bank Biayai Infrastruktur
"Pada kuartal III ekspor RI tercatat 0,02%," kata Endi dalam acara Pelatihan Wartawan Bank Indonesia di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (9/12/2019).

Kedua adalah karena faktor fiskal. Di mana, biasanya anggaran kementerian lembaga banyak dibelanjakan atau dicairkan pada akhir tahun.
"Pembayaran dilakukan di akhir tahun," jelas dia.
Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5%, Jokowi: Kalau Enggak Bersyukur, Kufur Nikmat Namanya
Ketiga, adalah faktor liburan natal dan tahun baru (nataru). Di mana biasanya, liburan ini akan meningkatkan konsumsi di masyarakat.
"Natal dan tahun baru bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," kata dia.
Baca juga: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tidak dari Utang
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02% (year on year/yoy) pada kuartal III-2019. Realisasi ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 yang sebesar 5,17% yoy.