nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Wanti-Wanti Ahok untuk Pangkas Impor hingga Berantas Mafia Migas

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 11:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 10 320 2140101 presiden-wanti-wanti-ahok-untuk-pangkas-impor-hingga-berantas-mafia-migas-kukyXYbAls.jpg Ahok (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo buka suara terkait pertemuannya dengan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengaku menitipkan beberapa pesan kepada Ahok terkait permasalahan Minyak dan Gas Bumi (Migas) di tanah air.

Pesan pertama adalah adalah bagaimana Ahok diminta untuk bisa membantu memangkas impor migas yang mana selama ini selalu menjadi beban dari neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD). Salah satunya adalah dengan mempercepat akselerasi penggunaan dari Biodiesel 20% (B20) dan B30.

 Baca juga: Ditemani Ahok, Bos Pertamina Lapor B30 hingga Kilang ke Jokowi

"Urusan migas, urusan yang berhubungan dengan impor migas. Yang terkait B20 dan B30, saya ingin urusan yang berkaitan dengan defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan bisa diturunkan kalau impor migas bisa diturunkan," ujar Presiden saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (20/12/2019).

 Ahok

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menitipkan pesan kepada Ahok agar Pertamina bisa meningkatkan produksi minyaknya (lifting migas). Karena sering kali, target lifting Migas yang dipatok pemerintah sering tak tercapai sedangkan kebutuhan dalam negeri terus meningkat.

 Baca juga: Pipa BBM Meledak di Proyek Kereta Cepat, Dirut Wika: Ada Miss Informasi, Kendala Bahasa

"Dan lifting migas bisa dinaikkan. Intinya mereka menyanggupi. Penggunaan B30 yang akan dimulai Januari awal juga agar betul-betul dilaksanakan dan dikawal agar turunkan impor minyak kita," kata Jokowi.

Untuk menggenjot lifting, Jokowi meminta kepada Ahok untuk memberantas mafia migas. Karena memang persoalan mafia migas ini menjadi isu yang menjadi isu hangat ketika Ahok ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

 Baca juga: Komisi VII Panggil Menteri ESDM hingga Pertamina Bahas Energi Ibu Kota Baru, Ada Ahok?

"Itu ke situ larinya," kata Jokowi singkat.

Mantan Wali Kota Solo itu juga menyebut jika Ahok juga harus terus melakukan pembangunan kilang-kilang baru demi menggenjot produksi minyak. Bahkan dirinya meminta dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang harus ada kilang baru Pertamina yang dibangun.

"Juga pembangunan kilang minyak, itu harus masa 34 tahun kita enggak bisa bangun kilang minyak, kebangetan. Saya suruh kawal betul agar saya ikuti progresnya sampai mana," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini