nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apindo Blakblakan Persaingan Tak Sehat BUMN di Era Rini Soemarno

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 18:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 10 320 2140331 apindo-blakblakan-persaingan-tak-sehat-bumn-di-era-rini-soemarno-6TxAwyUJCe.jpg Kementerian BUMN (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut persaingan usaha tidak sehat sering terjadi saat Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipimpin Menteri BUMN oleh Rini Soemarno.

"Salah satunya yakni, untuk pasar bahan bakar pesawat saja, yakni avtur. Pasarnya diciptakan sedemikian rupa dikuasai oleh PT Pertamina. Padahal, banyak perusahaan lainnya yang siap meramaikan pasar avtur agar kompetisi usaha tercipta," ujar Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani di kantornya, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga: Dituding Menteri 'Cawe-Cawe' Segala Urusan, Menko Luhut: Otaknya Keliru

Namun, lanjut dia, saat ini Kementerian BUMN sudah berubah. Maka itu, pihaknya optimistis di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir persaingan usaha tersebut akan bisa tercipta di segala sendiri sektor bisnis.

"Jadi, yang diuntungkan pada akhirnya adalah masyarakat karena persaingan bisnis bisa lebih kompetitif dan bisa memengaruhi harga yang sesuai mekanisme pasar," ungkap dia.

Baca Juga: Jokowi Ingin Sektor Pertanian-Perikanan Jadi Motor Penggerak Ekonomi

 Rini Soemarno Buka Pameran Nusantara Paviliun Indonesia di Pertemuan IMF-World Bank Group

Dia juga berharap ada penurunan harga avtur, yang didorong sekarang ini adalah keterbukaan untuk ada kompetisi sehat. "Hal tersebut yang diharapkan. Dengan begitu nilai ekonomi kita akan lebih efisien," tutur dia.

Seperti diketahui, baru menjabat sekira 2 bulan, kinerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mulai terlihat. Di awal kepemimpinannya, Erick menyederhanakan birokrasi yang ada di Kementerian BUMN dengan memangkas jumlah deputi.

Rini 

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan memberhentikan satu lagi Direksi dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yakni Direktur Operasional Garuda Indonesia Bambang Adisurya Angkasa. Hal ini imbas dari penyelundupan Harley Davidson dan 2 sepeda Brompton yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, ada lima direksi yang sudah diberhentikan oleh Kementerian BUMN. Pertama adalah Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara, Iwan Joeniarto sebagai Direktur Teknik dan Layanan Garuda, Mohammad Iqbal sebagai Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha dan Heri Akhyar sebagai Direktur Capital Human.

Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam menyelesaikan kasus penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda mahal merek Brompton yang diduga melibatkan direksi perusahaan penerbangan milik negara PT Garuda Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini