nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menanti 20 Tahun, Akhirnya Indeks Pembangunan Manusia Indonesia ke Level Tinggi

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 14:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 11 320 2140613 menanti-20-tahun-indonesia-akhirnya-indeks-pembangunan-manusia-ke-level-tinggi-Jz8qt1X0DP.jpg Pendidikan (Reuters)

JAKARTA - United Nations Development Program (UNDP) mengatakan, Indonesia masuk ke dalam kelompok negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi pada 2018. Ini merupakan pencapaian Tanah Air pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.

“Nilai IPM Indonesia untuk 2018 adalah 0,707, yang menempatkan negara ini dalam kategori pembangunan manusia yang tinggi, berada di posisi di 111 dari 189 negara dan wilayah,” tulis laporan UNDP yang dilansir dari situs web setkab.go.id pada Rabu (11/12/2019).

 Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia RI di Bawah Rata-Rata ASEAN

Menurut UNDP, nilai IPM Indonesia meningkat 34,6 persen dari tahun 1990 hingga kini. Pada tahun 1990, nilai IPM di Indonesia sebesar 0,525 menjadi 0,707 pada tahun 2018.

Dalam tabel yang dibuat oleh UNDP, dijelaskan bahwa harapan hidup di Indonesia saat lahir meningkat 9,2 tahun dari tahun 1990. Saat ini, harapan hidup di Indonesia saat lahir menjadi 71,5 tahun.

 Baca juga: Menteri Jonan Targetkan Program Penerangan di Papua Selesai 2017-2018

Sedangkan tahun rata-rata lama bersekolah meningkat 4,7 tahun. Saat ini menjadi 8 tahun, dari yang sebelumnya hanya 3,3 tahun. Lalu, tahun lama bersekolah yang diharapkan meningkat dari 2,8 tahun. Kini, tahun lama bersekolah menjadi 12,9 tahun.

Gross National Income (GNI) meningkat sekitar 155,9 persen. Jika pada 1990 GNI kita sebesar USD4,399, maka pada saat ini menjadi USD11,256.

Perwakilan UNDP Indonesia Christophe Bahuet mengatakan, merupakan tonggak bersejarah bagi Indonesia yang masuk ke dalam kelompok dengan IPM tinggi. “Prestasi ini adalah hasil dari komitmen nasional yang kuat untuk pembangunan manusia, yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi tetapi juga kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Diperlukan upaya lebih dari pemerintahndalam mencegah ketimpangan di Indonesia agar IPM di negara ini menjadi tinggi. Menurut UNDP, bila ketimpangan dimasukkan dalam pengukuran, maka nilai IPM Indonesia bisa turun sampai 17.4%.

Maka dari itu, Christophe Bahuet berharap agar laporan UNDP ini membawa pesan yang perlu diperhatikan oleh negara ini. Terutama dalam pembangunan manusia untuk kemajuan lebih lanjut, caranya dengan mengurangi kesenjangan dan mengantisipasi kesenjangan baru di masa depan.

“UNDP akan terus menjadi mitra Indonesia untuk kemajuan pengembangan manusia,” tegas Bahuet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini