nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik 1% imbas Membaiknya Hubungan AS-China

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 09:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 13 320 2141398 harga-minyak-naik-1-imbas-membaiknya-hubungan-as-china-DDy2wDaHn9.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak naik hampir 1% pada perdagangan kemarin di tengah harapan bahwa Amerika Serikat dan China hampir mencapai kesepakatan dagang.

Minyak mentah Brent berjangka naik 48 sen menjadi USD64,20 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 42 sen menjadi USD59,18 per barel.

Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan Amerika Serikat dan China hampir menyelesaikan sengketa dagang. "Sulit untuk menarik kesimpulan," kata Wakil Presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut Gene McGillian. "Tampaknya kesepakatan sudah dekat, tapi kita semua sudah menunggu kesepakatan ini terjadi," lanjutnya dilansir dari Reuters Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Data Ekspor China yang Lesu

Trump dijadwalkan untuk berdiskusi dengan penasihat perdagangan utamanya. Prospek permintaan minyak telah diselimuti oleh ketegangan perdagangan AS dan China dan ketidakpastian mengenai apakah putaran baru tarif AS untuk barang-barang Cina akan mulai berlaku.

Kementerian perdagangan China mengatakan Beijing dan Washington dalam komunikasi yang erat, menolak mengomentari kemungkinan langkah pembalasan jika Trump mengenakan tarif tambahan. Harga minyak telah menguat setelah OPEC dan produsen lain termasuk Rusia pekan lalu sepakat untuk mengekang output dengan tambahan 500.000 barel per hari pada kuartal pertama 2020.

Kilang Minyak

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengatakan pekan ini bahwa mereka sekarang mengharapkan defisit pasar minyak kecil di tahun depan, menunjukkan pasar lebih ketat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sebaliknya, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kenaikan tajam dalam persediaan global meskipun ada perjanjian OPEC, mencatat ekspektasi untuk output yang lebih rendah oleh Amerika Serikat dan negara-negara non-OPEC lainnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini