nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Mentah Turun Tertekan Data Ekspor China yang Lesu

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 10 Desember 2019 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 10 320 2140016 harga-minyak-mentah-turun-tertekan-data-ekspor-china-yang-lesu-nIQd0jxNES.jpg Minyak Mentah (Reuters)

NEW YORK - Harga minyak dunia mengalami penurunan awal pekan ini. Penurunan tersebut disebabkan data ekspor China turun selama empat bulan berturut-turut.

Penurunan tersebt membuat pasar menjadi gelisah. Apalagi ditambah dengan kekhawatiran akan rusaknya permintaan global oleh perang dagang antara AS dan China.

 Baca juga: Harga Minyak Dunia Terus Naik

Melansir Reuters, Selasa (10/12/2019), minyak Brent turun 14 sen atau 0,22% ke USD64,25 per barel. Penurunan tersebut setelah Brent naik sekira 3% pada pekan lalu di tengah berita bahwa OPEC dan sekutunya akan memperdalam penurunan produksi.

 Minyak Mentah

Sementara itu, minyak berjangka West Texas Intermediate turun 17 sen, atau 0,24% pada USD59,02 per barel. WTI turun usai naik 7% pada pekan lalu imbas prospek produksi yang lebih rendah dari OPEC +, yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan terkait produsen termasuk Rusia.

 Baca juga: Harga Minyak Stabil meski OPEC Pangkas Produksi 500.000 Barel

"Bahwa data perdagangan China merupakan faktor, tentu saja," kata John Kilduff, seorang mitra di Again Capital.

Washington dan Beijing telah berusaha untuk menyepakati perjanjian perdagangan yang akan mengakhiri tarif sementara. Akan tetapi pembicaraan telah berlangsung selama berbulan-bulan.

"Kami akan menghadapi sedikit jurang, dengan kemungkinan tarif baru akan ditampar pada hari Minggu, jadi ini akan menjadi minggu yang intens," kata Kilduff.

 Baca juga: Stok AS Turun Drastis, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3%

Beijing berharap kesepakatan dengan Amerika Serikat dapat dicapai sesegera mungkin, kata asisten menteri perdagangan China, Ren Hongbin, pada hari Senin. Penurunan Senin juga bertentangan dengan tanda-tanda pada hari Jumat bahwa China melonggarkan sikapnya dalam menyelesaikan sengketa perdagangan dengan Amerika Serikat.

Penurunan harga juga mengakhiri laju yang kuat di sesi sebelumnya yang dipicu oleh harapan untuk kesepakatan pembatasan produksi OPEC +.

Pada hari Jumat, OPEC + sepakat untuk merubah penurunan produksi dari 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 1,7 juta bph, mewakili sekitar 1,7% dari produksi global.

Bank merevisi perkiraan harga spot Brent menjadi USD63 per barel untuk tahun 2020, naik dari perkiraan sebelumnya USD60.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini