nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Lesu Setelah Kesepakatan Dagang Awal AS-China

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 08:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 14 278 2141824 dolar-as-lesu-setelah-kesepakatan-dagang-awal-as-china-sOEMY2T90v.jpg Ilustrasi Perang Dagang China-AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang pada Jumat, karena pengumuman kesepakatan perdagangan awal antara China-AS. Selain itu, disebabkan  kemenangan pemilihan Partai Konservatif Inggris yang mendukung Brexit.

Amerika Serikat dan China sepakat mendinginkan perang dagang dengan mengumumkan perjanjian "Fase satu" yang mengurangi beberapa tarif AS sebagai imbalan atas peningkatan pembelian produk pertanian Amerika dan barang-barang lainnya dari Tiongkok.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China Mereda, Indeks Dolar AS Kokoh

Amerika Serikat akan menangguhkan tarif barang-barang China yang berlaku minggu ini. Kesepakatan itu diharapkan ditandatangani minggu pertama Januari di Washington.

Dolar AS

Kesepakatan yang telah lama ditunggu-tunggu itu bisa menurunkan ketegangan antara Amerika Serikat dan China dan memberikan sinyal baik bagi para investor, yang telah merugi selama berbulan-bulan oleh kekhawatiran bahwa perang dagang menekan pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga: Dolar AS Kembali Bersinar Setelah 5 Hari Keok

"Pasar dibanjiri banyak berita utama pagi ini dan ada yang saling bertentangan, tetapi secara keseluruhan kami percaya tarif akhir pekan ini mungkin akan ditunda atau dibatalkan, sehingga hasil akhirnya tidak terlalu mengejutkan," kata Wakil Presiden untuk Transaksi dan perdagangan Tempus Inc John Doyle, dikutip dari Reuters, Sabtu (14/12/2019).

China setuju untuk membeli USD50 miliar  produk pertanian AS dalam setahun. Ditanya secara khusus tentang angka USD50 miliar, para pejabat di Beijing mengatakan bahwa rincian tentang nilai akan diungkapkan kemudian.

Ketidakpastian yang melekat tentang kesepakatan membuat investor dari bergegas ke mata uang berisiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini