nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Bakal Batalkan Pembangunan Gedung Arsip BUMN

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 14 470 2141979 erick-thohir-bakal-batalkan-pembangunan-gedung-arsip-bumn-Ijt9CCD6Vx.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan penyisiran anggaran di Kementerian BUMN guna memperbaiki anggaran yang kurang efisien. Salah satu temuannya terkait rencana pembangunan gedung arsip BUMN.

“Kemarin baru saja kami sisir anggaran di BUMN, mana yang tidak efisien dan kurang kurang tepat kami perbaiki," kata dia ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Rencana pembangunan gedung arsip yang digagas dibawah kepemimpinan Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno itu, dianggarkan sebesar Rp50 miliar di tahun 2020. Anggaran tersebut dimasukkan dalam pagu anggaran indikatif Kementerian BUMN.

Baca Juga: Erick Thohir Ajak Milenial Dominasi Perusahaan BUMN

Alokasi anggaran tersebut, dinilai Erick tidak efisien ditengah era digitalisasi. Dia bilang saat ini sudah dikenal sistem penyimpanan komputasi awan atau cloud computing.

"Seperti kemarin mau beli tanah atau gedung buat gedung arsip, saya rasa sekarang eranya sudah icloud (cloud computing), ngapain kita bikin sesuatu yang masif lagi," katanya.

Oleh sebab itu, Erick menilai, anggaran tersebut akan lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk kebutuhan renovasi gedung Kementerian BUMN yang sudah berusia hampir 30 tahun. Nantinya, setiap lantai akan dibuat ruang kerja bersama atau co-working space.

“Semua lantai kita renovasi menjadi co-working space yang kreatif. Apalagi kedepan kami mesti pikirkan generasi muda yang ada di BUMN," ujarnya.

Baca Juga: Garuda Pasrah Anak dan Cucu Usahanya Ditertibkan Erick Thohir

Selain itu, anggaran lain yang menjadi perhatian Erick adalah training atau pelatihan bagi pegawai Kementerian BUMN. Anggaran tersebut, dia bilang, akan dimanfaatkan dengan serius untuk meningkatkan kualitas pegawai.

“Jadi saya enggak mau bikin hal-hal yang cuma rapat-rapat enggak penting. Tapi budget ini bener-bener kami pakai untuk meng-upgrade tim yang ada di BUMN. Apalagi dengan paradigma yang sekarang kita sebagai service oriented. Jadi penting sekali coaching mentoring untuk temen-temen yang di Kementerian BUMN,” jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini