SEMARANG – Jumlah penumpang pesawat diprediksi meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru 2020. Hanya saja, kenaikan penumpang utamanya di Jawa Tengah tidak diakomodir dengan ketersediaan armada maskapai.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan, ada lima jenis moda transportasi yang disediakan untuk mengangkut penumpang pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Jawa Tengah. Untuk transportasi darat disiapkan 27.223 unit angkutan dengan kapasitas 837.240 tempat duduk.
Baca Juga: KAI Antisipasi 237 Titik Rawan saat Musim Libur Natal dan Tahun Baru
Kereta api sebanyak 143 dengan kapasitas penumpang 52.150. Sementara untuk pesawat sebanyak 127 penerbangan dengan kapasitas penumpang 13.920, dan kapal laut sebanyak 8 kapal dengan kapasitas 4.807 penumpang.

"Ada pula program mudik gratis dari Kementerian Perhubungan tujuan Jateng yang berangkat 21 Desember, sebanyak 33 kendaraan dengan kapasitas 1.475 penumpang. Terminal Solo, Purwokerto, Tegal dan Wonogiri," katanya, kepada awak media, Rabu (18/12/2019).
Untuk pesawat, Satriyo menerangkan, akan terjadi penurunan penumpang udara pada Nataru tahun ini sebesar 7%. Hal ini menyusul adanya beberapa maskapai yang tidak mendapat izin terbang.
Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Tiket Kereta Api Tersisa 406.673 Kursi
Padahal kenaikan penumpang diprediksikan terjadi pada moda transportasi kereta api sebesar 10%.
"Untuk kendaraan pribadi, dibanding lebaran kemarin, Nataru ini diprediksikan akan mengalami penurunan. Lebaran lalu ada 532.000 mobil pribadi, dan Nataru ini kami prediksikan hanya ada 399.000 mobil pribadi saja. Puncak arus mudik diprediksikan terjadi pada 20-21 dan 28-29 Desember," imbuhnya.
Terkait antisipasi kemacetan, Pemprov Jateng sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membuat posko terpadu. Terdapat dua posko yang ada di Jateng, yakni di Gerbang Tol Pejagan dan Gerbang Tol Kalikangkung.
"Apabila terjadi penumpukan kendaraan, antisipasi-antisipasi telah kami perhitungkan, termasuk kemungkinan menerapkan jalur searah dan juga pemanfaatan jalur-jalur alternatif," kata dia.
Selain jalan tol, terdapat beberapa titik yang diwaspadai oleh Dishub. Berdasarkan pengalaman lebaran lalu, titik macet terjadi di Jatinom, Purbalingga Belik sampai Bayeman, Bawen, Sokaraja, Sumpyuh, Bobotsari sampai Pemalang.
"Nanti akan kami tempatkan petugas khusus di titik-titik rawan itu. Sejak 19 Desember sudah kami kerahkan," pungkasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.