Kuota Rumah Subsidi Berbasis Tabungan Akan Dibangun 68.000 Unit

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 470 2146232 bangun-rumah-68-000-unit-berbasis-tabungan-pada-tahun-depan-c5oU0yu0IU.jpg Pembangunan Rumah Berbasis Tabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan mendorong pembiayaan rumah subsidi lewat skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) mulai tahun depan. Tak tanggung-tanggung pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp13,4 miliar untuk bantuan pembiayaan perumahan lewat skema BP2BT.

Baca Juga: Bantuan Subsidi Selisih Bunga untuk Pembiayaan Perumahan Dihentikan 2020

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Heripoerwanto menargetkan pembiayaan lewat skema BP2BT ini bisa membiayai 68.000 unit.

"Memang kalau dikonversi ke unit tidak sebanyak kalau gabungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Kemarin kan jangan lupa ada BP2BT yang siap dengan 68.000 unit tahun depan," ujarnya saat ditemui di Media Center Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Baca Juga: Pembeli 177.471 Rumah Dapat Bantuan Subsidi Tahun Ini

Menurut Eko, memang angka ini jauh di atas dari target awal yang ditetapkan pemerintah yang hanya sebesar 312 unit rumah. Sebab menurutnya, target ditambah karena sebagaimana yang terjadi pada tahun ini, yang mana target bisa ditingkatkan sesuai dengan kemampuan pasar hingga maksimal kurang lebih sebanyak 50.000 unit.

Hal ini dikarenakan BP2BT bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melainkan berasal dari PHLN. Artinya setiap kenaikan target output dan anggaran tidak memerlukan persetujuan DPR.

"Itu adalah anggaran yang tercantum di pemerintah adalah 312 unit rumah. Tetapi diekspan sampai 68.000 unit rumah. Karena sumber dananya bukan rupiah murni," kata Eko.

 Rumah Subsidi

Eko pun optimis target 68.000 unit bisa tercapai meskipun pada tahun ini penyaluran BP2BT baru 5.178 unit. Sebab, pada tahun depan pemerintah mulai gencar melakukan promosi kepada masyarakat mengenai apa itu skema BP2BT beserta manfaatnya.

"Yang pasti semangat (spirit) ini media menyebarluaskan tahun depan karena itu andalan kita 68.000 realisasi ke perbankan developer sudah cukup mengenal BP2BT," katanya.

Ditambah lagi lanjut Eko, pada tahun depan pemerintah akan menstop pembiayaan lewat skema Subsidi Selisih Bunga (SSB). Sebab menurutnya, SSB ini cukup berat beban fiskalnya karena pemerintah harus menunggu hingga masa tenor habis.

"Kemarin kan hambatanya produk baru tidak semua mengenal kemudian ada juga dari perbankan yang selama ini sudah menyalurkan FLPP setiap konsumen datang FLPP tapi kami sudah mengatakan jauh jauh hari kita tidak bisa sekarang mengandalkan anggaran yang ada di FLPP apalagi SSB tidak ada jadi satu satunya lewat BP2BT," katanya.

Rumah Subsidi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini