JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan akan tetap menjaga defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) agar lebih baik pada tahun depan. Di mana target CAD dikendalikan di 2,5% sampai 3%.
"Perkiraan, kami CAD tahun 2020, dikendalikan di 2,5% sampai 3%, surplus neraca modal juga akan lebih dari defisit. Transaksi berjalan itu akan menjaga stabilitas eksternal dan cadangan devisa yang lebih baik," ujar dia di kantornya, Jakarta, Jumat (27/12/2019).
Baca Juga: BI Pamer Rupiah Menguat 2,9% Sepanjang 2019
Maka itu, lanjut dia, dari berbagai aspek kebijakan-kebijakan yang ditempuh BI dan pemerintah yang memang fokus mendorong sektor riil baik di sisi investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan industri, pariwisata, UMKM.
"Termasuk juga digital ekonomi dan keuangan. Saya kira itu akan memberikan prospek Indonesia yang lebih baik," ungkap dia.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) membaik. Sehingga, dapat menopang ketahanan eksternal Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, defisit NPI kuartal III-2019 menurun cukup besar yakni dari USD2 miliar pada triwulan sebelumnya menjadi USD46 juta. Perkembangan positif ini ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik dari USD8,2 miliar (2,9% dari PDB) pada triwulan II-2019 menjadi USD7,7 miliar (2,7% dari PDB).
"Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2019 juga tercatat cukup tinggi yakni USD7,6 miliar sejalan dengan tingginya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik dan daya tarik pasar keuangan yang tetap tinggi," ujarnya di BI.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.