nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Richard Branson Dirikan Virgin Air, Penerbangannya Pernah Dibatalkan

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 13:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 30 320 2147378 alasan-richard-branson-dirikan-virgin-air-penerbangannya-pernah-dibatalkan-bG59FdGAJ4.jpeg Richard Branson (Foto: Okezone.com/CNBC)

JAKARTA - Penerbangan yang dibatalkan akan membuat penumpangnya frustrasi dan marah. Hal tersebut juga dirasakan oleh miliarder Richard Branson.

Namun bedanya, ketika pengusaha Inggris itu mengalami pembatalan penerbangan pada awal 1980-an, Richard Branson justru membuat ide baru dalam bisnisnya.

Baca Juga: Tips Sukses Ala Richard Branson, Nikmati Apa yang Kamu Mulai!

Branson yang sudah menjadi pengusaha sukses setelah membentuk Virgin Records beberapa tahun sebelumnya, akan pergi ke Kepulauan Virgin di Inggris untuk menemui kekasihnya di pulau pribadinya di Necker Island, ketika penerbangan American Airlines-nya tiba-tiba dibatalkan.

"Saya sangat marah, karena saya belum melihat kekasih saya selama tiga minggu," ujar Branson yang dilansir dari CNBC, Senin (30/12/2019).

Branson justru melakukan apa yang semua pengusaha baik lakukan dan mencari solusi dari pembatalan penerbangan yang membuat penumpang marah.

Baca Juga: Pelajaran Bisnis dari Richard Branson, Meniti Usaha Era Pra-Digital

Selanjutnya, sekira 30 orang segera merapat ke belakang bandara, memberi mereka kartu kreditnya untuk menyewa sebuah pesawat yang dibawa oleh Branson.

Dia kemudian meminjam papan tulis dan menulis lelucon "Virgin Airlines one way USD39 ke Kepulauan Virgin" dan mengisi penerbangan dengan semua penumpang yang penerbangannya ditolak.

″Ketika kami tiba di BVI, seseorang berkata ‘coba pelayanannya dikembangkan menjadi lebih baik dan kamu bisa menjalani bisnis penerbangan',” kenang Branson.

"Jadi, hari berikutnya saya menelepon Boeing dan mengatakan ingin memulai sebuah usaha maskapai yang bernama Virgin. Lalu saya menanyakan apakah ada pesawat Boeing tipe 747 bekas yang mereka jual,” tambahnya.

Tak lama kemudian, seorang perwakilan Boeing bernama RJ Wilson bertemu dengan Branson untuk membahas bisnis baru maskapai penerbangannya.

Wilson awalnya tidak setuju dengan nama Virgin. Tapi dia diyakinkan oleh Branson dan setuju untuk menyewakannya pesawat 747 bekas selama setahun.

"Saya pikir itu adalah hal yang tepat untuk menempatkan Virgin di peta," kata Branson.

Sekadar informasi, Virgin Atlantic Airways Limited (beroperasi sebagai Virgin Atlantic) adalah sebuah maskapai penerbangan Inggris yang diliki oleh Virgin Group milik Sir Richard Branson (51%) dan Delta Air Lines (49%).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini