nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPH Migas Minta Pertamina Berlakukan Digitalisasi di SPBU

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 14:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 30 320 2147424 bph-migas-minta-pertamina-berlakukan-digitalisasi-di-spbu-ujVg82xnyL.jpg SPBU (Okezone)

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta PT Pertamina memberlakukan digitalisasi pipa pengisian (nozzle) pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, program tersebut untuk penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Serta, lanjutnya, BBM satu harga terjamin ketersediaannya.

 Baca juga: 1.000 Kecamatan di Indonesia Tak Punya SPBU

"Jadi, penjualan BBM juga akan terekam secara akurat dan laporannya masuk secara real time dengan pipa nozzle. Kalau bisa Juni 2020 semua SPBU menggunakan nozzle. Dan mencatat semua nomor polisi yang melakukan menggunakan BBM subsidi," ujar dia di kantornya, Jakarta, Senin (30/12/2019).

 SPBU

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, pihaknya terus berusaha mempercepat digitalisasi SPBU. Kemudian mendorong agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.

 Baca juga: Dear Milenial, Ini Lho Alasan Dilarang Main Handphone di SPBU

"Oleh karena itu, digitalisasi SPBU kita akan selesaikan di triwulan pertama 2020 dan cash less payment di SPBU," ungkap dia.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penugasan dan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi tahun 2020 di Gedung BPH Migas Jakarta.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan pada tahun 2020 kuota BBM Subsidi sebanyak 15,87 kilo liter (kl) yang terdiri dari Solar 15,31 juta KL dan minyak tanah sebesar 0,56 kl.

"Jadi, kuota ini mengalami kenaikan sebesar 5,03% dari kuota BBM tahun 2019 sebesar 15,11 juta kl," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini