nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut Garuda yang Baru Akan Ditentukan pada 22 Januari 2020

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 12:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 31 278 2147764 dirut-garuda-yang-baru-akan-ditentukan-pada-22-januari-2020-afaZjp2G6z.jpg Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA – Perombakan jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan dilakukan pada 22 Januari 2020 mendatang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat umum yang ditujukan untuk para pemegang saham Garuda bertujuan untuk membahas beberapa agenda rapat.

“Merujuk pada surat Perseroan Nomor Garuda/JKTDS/SPE-20078/2019, Tanggal 16 Desember 2019, Perseroan menyampaikan pemberitahuan penyelenggaraan RUPS pada 22 Januari 2020 pukul 09.00 WIB di Ruang Auditorium, Gedung Manajemen Lantai Dasar, Garuda City, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangeran – 15111, Indonesia,” ungkap perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/12/2019).

 Baca juga: Alami Kerugian, Garuda Indonesia Cari Strategi Baru

Adapun para pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPS adalah yang terdaftar hingga 30 Desember 2019. Isi agenda khusus RUPS Luar Biasa itu adalah membahas persetujuan perubahan anggaran dasar, pengukuhan pemberlakukan peraturan Menteri BUMN No. PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang Dan Jasa BUMN, dan perubahan susunan pengurus perseroan.

 Garuda Indonesia

Sebelumnya, Erick memecat empat direksi termasuk direktur utama Garuda Indonesia yang terlibat dalam penyelundupan Harley Davidson dan dua unit sepeda Brompton. Erick bahkan langsung memecat Dirut Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

 Baca juga: Setelah Harley, Erick Thohir Terima Laporan Dugaan Penyelewengan Dana CSR Garuda

Hebohnya kasus ini menjadi pukulan telak bagi BUMN dan khususnya Dirut Garuda Indonesia. Sebab, kejadian ini sangat memalukan dan pengkhianatan oleh pejabat BUMN. Dari kejadian ini, negara dirugikan sekira Rp1,5 miliar.

Walau demikian, aksi Menteri BUMN dalam memberhentikan jajaran direksi PT Garuda Indonesia tidak akan mengganggu operasional perusahaan penerbangan berpelat merah itu. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga memastikan bahwa maskapai Garuda Indonesia tetap beroperasi dengan baik setelah pergantian Direksi di tubuh organisasi PT Garuda Indonesia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini