Ratusan Pekerja Anak Usaha Garuda Mogok Kerja

Isty Maulidya, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 320 2147833 ratusan-pekerja-anak-usaha-garuda-mogok-kerja-VBBrqTasRy.jpg Garuda (Foto: Okezone.com)

TANGERANG - Ratusan karyawan outsourcing PT Garuda Daya Pratama Sejahtera melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap anak perusahaan PT Garuda Indonesia yakni Gapura Angkasa terkait dengan pemecatan empat karyawan yang bekerja sebagai Ground Support Equipment (GSE) atau ground handling Garuda Indonesia.

Salah satu karyawan yang dipecat yakni Mey Hardie menjelaskan, aksi tersebut dilakukan terkait pemutusan hubungan kerja pada dirinya dan tiga rekannya yang lain yakni Abdul Rohman, Majid bin Adung dan Sugi Haryanto. Mey menyebut bahwa pemberhentian kerja itu dilakukan sebelum masa kontrak habis.

Baca Juga: Dirut Garuda yang Baru Akan Ditentukan pada 22 Januari 2020

Dirinya juga menyatakan sebelum adanya pemecatan, dirinya dan ketiga temannya sudah melayangkan surat kepada pihak Gapura untuk melakukan perundingan kenaikan status dari karyawan kontrak menjadi karyawan tetap.

"Pemutusan itu dilakukan sebelum habis kontrak per tanggal 31 Desember 2019. Dan sebelum pemutusan, kami melayangkan surat untuk melakukan perundingan terhadap pihak Gapura akan kenaikan status dari kontrak menjadi karyawan tetap. Tapi, pihak sana (Gapura Angkasa) tidak menanggapi, hingga ketiga kalinya baru ditanggapi dan kita menolak atas dasar hukum," katanya di Bandara Mas, Tangerang, Selasa (31/12/2019).

Sehubungan dengan adanya hal tersebut, dirinya dengan tiga rekannya, beserta kurang lebih 200 pekerja melakukan aksi mogok agar perusahaan menanggapi.

"Di sini enggak saya saja, tapi ada ratusan rekan lainnya yang juga minta kepastian perusahaan. Memang sih, ketika nantinya kontrak kita habis di Gapura Angkasa, kita akan dapatkan kerja lagi, tapi itu tidak tahu di mananya. Makanya, kita gelar aksi ini," ujarnya.

Baca Juga: Alami Kerugian, Garuda Indonesia Cari Strategi Baru

Dalam aksi itu, massa aksi juga meminta perusahaan untuk segera memberikan kejelasan agar aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta tidak terganggu.

"Kalau begini dampaknya luas, layanan di bandara bisa terganggu makanya kami harap bisa cepat ditanggapi," ungkapnya.

 Mogok

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini