Mundur dari SoftBank, Simak Perjalanan Singkat Bos Uniqlo Tadashi Yanai

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Kamis 02 Januari 2020 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 320 2148583 mundur-dari-softbank-simak-perjalanan-singkat-bos-uniqlo-tadashi-yanai-xpCxibhGYk.jpg Tadashi Yanai (Foto: Japan Forward)

JAKARTAPengusaha terkaya di negeri matahari terbit Tadashi Yanai memutuskan untuk mundur dari dewan perusahaan Softbank. Pemilik Uniqlo itu beralasan ingin fokus pada industri di bidang fesyen miliknya. Tadashi Yanai dilaporkan sudah mundur secara resmi pada akhir tahun lalu yaitu 31 Desember 2019.

Walau demikian, pria berusia 70 tahun ini mengantongi kekayaan sebesar USD31,4 miliar atau Rp430 miliar (Kurs Rp13.695/USD). Selain mendirikan Uniqlo, Yanai juga memegang 46% saham di perusahaan Fast Retailing.

Baca Juga: 20 Miliarder India, dari Pengusaha Migas sampai Pedagang Obat

Jika dibandingkan dengan Takemitsu Takizaki atau orang terkaya kedua di Jepang, kekayaan Yanai unggul lebih dari USD10 miliar atau Rp136 triliun.

Fast Retailing yang merupakan induk perusahaan dari Uniqlo, sudah memiliki ribuan toko yang tersebar di seluruh dunia. Pada Agustus 2019 lalu, Fast Retailing bahkan meraup keuntungan sekitar USD20,9 miliar atau Rp286 triliun.

Pria kelahiran tahun 1949 ini ternyata merupakan anak dari penjual pakaian. Ayahnya memiliki toko pakaian pria yang bernama “Men’s Shop Ogori Shoji”. Yanai juga sempat meniru bisnis ayahnya itu dengan menjual pakaian pria dan ditambah alat-alat dapur di Supermarkety Jusco setelah dirinya lulus dari kuliah. Namun, usahanya itu gagal. Kemudian Yanai memutuskan untuk bekerja untuk ayahnya.

Tadashi

“Tujuan saya adalah tidak bekerja terus menerus sepanjang hidup,” ungkap CEO Uniqlo, seperti dikutip Business Insider, Kamis (2/1/2020).

Oleh karenanya, saat Yanai bergabung dengan ayahnya untuk bekerja, Ia sangat menikmatinya.

Barulah pada 1984, Yanai mendirikan Unique Clothing Warehouse atau sekarang disingkat sebagai Uniqlo. Pada 1996, Uniqlo berkembang dengan pesat dengan memiliki 200 lebih toko yang tersebar seantero Jepang.

Baca Juga: Joker Lagi Hits, Berapa Kekayaan Pemerannya?

Bahkan antara tahun 2013 hingga 2018, laba perusahaan yang dibawahi oleh Yanai meningkat dari USD15,5 miliar atau Rp212 triliun menjadi USD24 miliar atau Rp328 triliun.

Yanai berprinsip jika Uniqlo merupakan pakaian yang tidak mengejar tren. “Pakaian Uniqlo juga disesuaikan untuk semua jenis orang,” ungkap Yanai.

Sebagai informasi, Uniqlo telah menambahkan sekiat 2.100 toko di seluruh dunia. Bahkan Uniqlo berhasil menembus pasar Denmark, Italia, India, dan Vietnam pada tahun lalu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini