nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Meroket Imbas Hubungan AS-Iran Tak Harmonis

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 09:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 04 320 2149164 harga-minyak-meroket-imbas-hubungan-as-iran-tak-harmonis-QOqZDdW68d.jpg Harga Minyak Naik (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB) setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara yang membunuh komandan militer Iran di Irak.

Serangan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik yang meningkat dapat mengganggu pasokan minyak global.

Baca Juga: Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran, Wall Street Anjlok

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (4/1/2020), harga minyak mentah Brent naik 3,6% atau USD2,35 ke USD 68,60 per barel. Sempat menyentuh level tertinggi di USD69,50 sejak serangan fasilitas minyak Arab Saudi pada pertengahan September 2019.

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik USD1,87 atau 3,1% menjadi USD63,05 per barel. Menyentuh level tertinggi USD64,09 per barel, tertinggi sejak April 2019.

Baca Juga: Harga Minyak Awal Tahun Naik Dipicu Ketegangan Timur Tengah

Sebuah serangan udara di Bandara Baghdad menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Timur Tengah mendorong pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah untuk membalas dendam.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Soleimani berencana untuk membunuh orang Amerika.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah berkobar selama setahun terakhir ketika Washington menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran dan setelah serangan rudal dan serangan pesawat tak berawak terhadap instalasi minyak perusahaan Saudi Aramco di mana pejabat AS menyalahkan Iran.

Pembunuhan Soleimani telah membawa ketegangan itu kembali ke garis depan, mengipasi kekhawatiran tentang tekanan pada pasokan minyak mentah, meskipun efek dari peningkatan risiko geopolitik masih belum jelas.

"Pasar sedang mencoba menilai apakah kita akan melihat gangguan pasokan, jika ada," kata presiden konsultan Lipow Oil Associates Andy Lipow.

“Iran telah melihat ekspor mereka dipotong ke volume minimal; mereka tidak akan rugi dalam hal ekspor minyak mentah," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini