nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Banjir, Pasokan Cabai hingga Bawang Alami Kekurangan

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 06 320 2149774 pasca-banjir-pasokan-cabai-hingga-bawang-alami-kekurangan-uBscH0B8jk.jpeg Pasar Tradisional (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Usai bencana banjir yang melanda wilayah Jabodetabek dan Banten, keadaan masyarakat sudah mulai berangsur normal. Warga dapat melanjutkan aktivitasnya kembali tanpa khawatir dikepung oleh banjir.

Keadaan yang sama juga berlaku di pasar. Tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk bertransaksi itu kembali beraktivitas usai beberapa hari tidak dapat melakukannya.

Walau demikian, pasokan barang-barang tertentu terlihat mengalami kelangkaan.

Baca Juga: Cuaca Ekstrim, Masyarakat Diimbau Belanja Lebih Banyak

“Langka tidak ya, persediaan tetap ada. Walaupun memang harus saya akui beberapa komoditas berkurang,” ungkap Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) Abdullah Mansuri kepada Okezone melalui sambungan telepon, Senin (6/1/2020).

Ia mengatakan barang-barang komoditas pasar yang mengalami kekurangan pasokan dan harganya tinggi berkutat pada masalah supply dan demand.

“Pasca banjir itu, yang mencolok tinggi atau mencolok barangnya tidak begitu banyak itu adalah cabai, bawang, sebagian beras,” sambung Abdullah.

cabai

Akibat dari kekurangan pasokan barang-barang komoditas pasar, omzet pedagang pasar dapat dipastikan menurun. “Untuk omzet pedagang berkurangnya berapa dan berapa persen, itu masih di dalami,” paparnya.

Ketua IKAPPI itu mendorong Pemerintah Indonesia untuk segera mengatasi kurangnya pasokan beberapa komunitas di pasar dengan segera.

Baca Juga: Tumpukan Sertifikat Tanah di Kantor Pertanahan Bekasi Terendam Banjir

“Pemerintah bisa bekerja lebih aktif, melakukan komunikasi dengan semua stakeholder, baik petani, pedagang, pemerintah daerah sehingga bisa mencari alternatif solusi yang baik agar komoditas ini bisa dipenuhi di pasar,” kata Abdullah.

Jika solusi ke depannya, Ia menyarankan pemerintah untuk melakukan distribusi subsidi dari daerah-daerah penghasil (komoditas) ke wilayah-wilayah yang membutuhkan barang-barang cukup besar, seperti DKI Jakarta.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini