nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Minta Harga Gas Dikalkulasi Agar Kompetitif, Ini 3 Skenarionya!

Irene, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 17:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 06 320 2149898 presiden-minta-harga-gas-dikalkulasi-agar-kompetitif-ini-3-skenarionya-PUqpwPBz7y.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, gas bukan semata-mata sebagai komoditas, tapi juga modal pembangunan yang akan memperkuat industri nasional. Ia menyebutkan, ada 6 (enam) sektor industri yang menggunakan 80% volume gas Indonesia, baik itu pembangkit listrik, industri kimia, industri makanan, industri keramik, industri baja, industri pupuk, industri gelas.

“Artinya ketika porsi gas sangat besar bagi struktur biaya produksi maka harga gas akan sangat berpengaruh pada daya saing produk industri kita di pasar dunia. Kita kalah terus poduk-produk kita gara-gara harga gas kita yang mahal,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Ketersediaan Gas Untuk Industri, di Kantor Presiden, Jakarta, dikutip dari laman Setkab, Senin (6/1/2020).

Baca Juga: Presiden Wanti-Wanti Ahok untuk Pangkas Impor hingga Berantas Mafia Migas

Karena itu, Presiden meminta soal harga gas betul-betul dihitung, dikalkulasi agar lebih kompetitif. Ia memerintahkan agar dilihat betul penyebab tingginya harga gas, mulai harga di hulu, di tingkat lapangan gas, di tengah, terkait dengan biaya penyaluran gas, biaya transmisi gas, di tengah infrastruktur yang belum terintegrasi dan sampai di hilir, di tingkat distributor.

Presiden juga meminta laporan mengenai pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, apakah ada kendala-kendala di lapangan terutama di tujuh bidang industri yang telah ditetapkan sebagai pengguna penurunan harga gas yang diinginkan pemerintah.

Presiden Jokowi Buka Perdagangan Saham Tahun 2020 

Menurut Presiden Joowi, mungkin ada tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama, jatah pemerintah USD2,2 per MMBtu, kalau ini dikurangi atau bahkan dihilangkan, maka akan bisa lebih murah. Tapi ia mengingatkan, agar hal ini ditanyakan juga Menteri Keuangan.

Yang kedua, DMO (Domestic Market Obligation) diberlakukan, sehingga bisa diberikan kepada industri. Yang ketiga, lanjut Presiden, bebas impor untuk industri. Presiden mengeluhkan karena sejak 2016 harga gas industri ini tidak beres-beres, sehingga harus dicari terobosan.

“Ya tiga itu pilihannya,” ucap Presiden seraya menambahkan, kalau tidak segera diputuskan akan begini terus. Ia mengingatkan, pilihannya hanya dua, melindungi industri atau melindungi pemain gas.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini