Perusahaan China Jual 22% Sahamnya di McDonald's

Irene, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 278 2150808 perusahaan-china-jual-22-sahamnya-di-mcdonald-s-aiZYJfoJwN.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Perusahaan konglomerat Negara China, Citic Ltd berencana untuk mengurangi kepemilikannya di McDonald China dengan menjual 22% sahamnya. Saham ini setara dengan USD300 juta atau Rp4,18 triliun (kurs Rp13.935 per USD).

Melansir Bloomberg, Rabu (8/1/2020), hal ini dilakukan Citic setelah melihat kenaikan biaya yang berkaitan dengan masalah epidemi Afrika Swine Fever yang tengah berlangsung. Di mana pemusnahan seperempat babi dunia dan menjadi penyebab harga protein hewani di China melonjak. Kenaikan biaya terus menggenjot laba waralaba makanan siap saji ini.

Baca Juga: Banyak Skandal, Ini Daftar 10 Perusahaan dengan Reputasi Terburuk di Amerika

Melalui pernyataannya, McDonald China mengumumkan tengah mencari pembeli untuk 22% sahamnya. Harga dasar yang ditetapkan adalah USD312 juta atau Rp4,3 triliun dan sampai saat ini proses penawaran terus berlangsung.

Sementara itu, Citic Capital Holdings Ltd sebagai bagian dari perusahaan Citic Ltd mengungkapkan ketertarikannya pada 22% saham tersebut. Citic Capital Holdings Ltd saat ini memiliki 20% saham di McDonald's China.

"Citic Capital yakin dengan pertumbuhan masa depan dan prospek bisnis dan kami secara aktif berpartisipasi dalam proses penawaran," ujar seorang juru bicara.

IHSG

Menurut pernyataan email yang dirilisnya, Citic Ltd menjelaskan ketertarikannya terhadap 22% saham McDonald's China dikatakan sebagai "murni keputusan bisnis" dan Citic bersama mitranya akan terus mendapatkan manfaat dari pengembangan McDonald di China.

Dokumen Citic mengungkap bahwa pendapatan waralaba utama McDonald's China seperti yang disebut Fast Food Holdings Ltd. adalah 24,8 miliar yuan atau Rp49,6 triliun (kurs Rp2.000 per Yuan) pada 2018. Sedangkan pada 11 bulan pertama di tahun 2019 mencapai 24,4 miliar yuan atau Rp48,8 triliun.

Baca Juga: Jin Gong Men China Ltd., Nama Baru Perusahaan Mcdonald's di China

Selanjutnya, biaya operasional McDonald's China pada 11 bulan pertama tahun 2019 adalah 16,2 miliar yuan atau Rp32,4 triliun. Sehingga laba bersih yang didapat pada periode yang sama adalah 856,2 juta yuan atau Rp1,7 triliun. Pada 2018, McDonald's China mendapat sekitar 1,15 miliar yuan atau Rp2,3 triliun untuk laba bersih.

McDonald's China mengungkapkan penjualan terus meningkat selama tiga tahun berturut-turut sejak Citic dan mitranya membeli waralaba ini di tahun 2017.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini