JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengungkap hasil survei cepat (rapid assessment) soal penyebab banjir di 178 titik yang terbagi ke dalam 5 wilayah koordinasi, meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Hasil ini segera ditindaklanjuti dengan penanganan jangka pendek di 114 titik dan menengah pada 64 titik banjir.
Baca Juga: Pasca-Banjir Cat Rumah Rusak, Bisakah Langsung Beralih ke Wallpaper?
“Penanganan jangka pendek harus dilaksanakan mulai pekan ini dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah setempat (provinsi/kabupaten/kota),” kata Menteri Basuki, dikuti dari Instagram Kementerian PUPR, Rabu (8/1/2020).
Penanganan jangka pendek khususnya dilakukan sebagai antisipasi menghadapi curah hujan tinggi yang menurut perkiraan BMKG masih akan terjadi pada 11-15 Januari 2020.

Berikut rincian hasil survei Kementerian PUPR:
62 titik limpasan air dari sungai/saluran
44 titik tanggul jebol
Baca Juga:
19 titik sedimentasi
17 penumpukan sampah
13 titik kapasitas drainase terlampaui
11 titik pintu air rusak
6 titik genangan di jalan tol
3 titik drainase tersumbat
2 titik pompa tidak berfungsi
1 titik longsor
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.