nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Bakal Investasi Miliaran Dolar di Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 12:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 10 320 2151405 as-bakal-investasi-miliaran-dolar-di-indonesia-zH06OwUn43.jpg Bank Pembangunan AS Minat Investasi di Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - US International Development Finance Corporation (DFC), bank pembangunan Amerika Serikat (AS), menyatakan kesiapannya untuk mengalirkan dana investasi ke Indonesia. Lembaga tersebut tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur, energi, dan kesehatan.

Hal itu dipastikan usai CEO US International DFC Adam Boehler saat menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada hari ini, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga: Ketegangan di Natuna, Kepala BKPM: Investasi China Tetap Stabil

"Amerika punya komitmen untuk investasi di Indonesia, tadi kami sudah diskusi di beberapa proyek. Mereka mungkin masuk di toll road Jawa, Sumatera, dan mungkin juga di tourism, serta di sovereign wealth fund yang nanti bersama Jepang, Australia, dan negara lainnya," jelas Luhut.

Dia bilang, saat ini sudah dibentuk tim guna mempercepat realiasi masuknya dana investasi dari DFC tersebut. Meski demikian, belum ada nilai pasti dari investasi asal AS itu, hanya dipastikan mencapai puluhan miliar dolar.

AS Minat Investasi di Indonesia

"Jadi komitmen mereka ini multi billion dolars investment di Indonesia. Kami mau segera mulai, jadi tim sudah langsung kerja untuk proyek-proyek tadi," katanya.

Baca Juga: Menakar Peluang Indonesia Usir Kapal-Kapal China di Laut Natuna

Sementara CEO DFC Adam Boehler menambahkan, baru-baru ini pihaknya telah mendapat sokongan dana dari pemerintah AS sebesar USD60 miliar atau sekitar Rp 840 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per USD). Dana itu pun siap dialirkan ke negara-negara berkembang.

"Nilai itu hanya dari pemerintah AS saja, nanti bisa meningkat 4 sampai 5 kali lipat, jadi jumlahnya bisa mencapai lebih dari US200 miliar," katanya. 

Boehler mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan Luhut dibahas komitmen AS untuk mendukung pembangunan di Indonesia pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan energi. Dia pun akan kembali lagi dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan nilai investasi dan proyek yang dikerjakan.

"Saya akan kembali lagi untuk menegaskan berapa tepatnya. Ini semua akan mengarah ke puluhan miliar dolar AS,” kata Boehler.

Sekedar diketahui, DFC memiliki fokus investasi di negara-negara berkembang pada bidang energi, layanan kesehatan, infrastruktur penting, proyek-proyek telekomunikasi, hingga membiayai usaha kecil dan perempuan pelaku wirausaha. Di Indonesia, DFC pernah membantu pembangunan listrik tenaga angin berkapasitas 75 Mega Watt (MW) di Sulawesi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini