Fakta Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn, Pernah Ditawari Jadi CEO GM

Irene, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 09:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 320 2151504 fakta-mantan-bos-nissan-carlos-ghosn-pernah-ditawari-jadi-ceo-gm-vC91jbcc2O.jpeg Carlos Ghosn. (Foto: Okezone.com/Dok. CNBC)

JAKARTA - Mantan CEO Nissan Carlos Ghosn resmi menjadi buronan interpol setelah kabur dari Jepang sejak akhir tahun lalu. Carlos kabur ke Lebanon usai terlibat kasus korupsi di perusahaannya.

"Sejauh ini belum pernah ada terdakwa kasus hukum yang meninggalkan wilayah Jepang. Ghosn melakukannya secara ilegal," ujar Menteri Kehakiman Jepang, Masako Mori.

Okezone merangkum fakta terkini terkait kasus Carlos Ghosn, Sabtu (11/1/2020):

1. Tinggali Rumah Milik Nissan di Lebanon

Pelarian mantan petinggi Nissan ini ke Lebanon tentunya menimbulkan sebuah polemik. Pasalnya, dia sekarang tinggal di rumah mewah yang dibeli oleh perusahaan Nissan pada 2012 lalu senilai USD8,75 juta atau setara dengan Rp121 miliar di Beirut, Lebanon.

Mantan CEO Nissan

Perusahaan tersebut tentunya tidak tinggal diam dan telah berusaha untuk mendepak Ghosn dari rumah yang berada di Beirut sejak penangkapannya pada akhir 2018 lalu, akan tetapi usaha tersebut gagal dikarenakan kunci pada rumah tersebut telah diganti dan hanya Ghosn ataupun asisten pribadinya yang dapat mempunyai akses masuk ke dalam rumah tersebut.

2. Ghosn Merasa Kasusnya Tidak Adil

Carlos baru-baru ini menggelar konferensi pers untuk membicarakan terkait pelariannya. Dalam kesempatannya ia mengungkapkan perasaannya tentang sistem peradilan Negara Jepang.

“Saya ingin sistem peradilan, di mana serangan dan pertahanan tersangka memiliki hak yang sama dan seimbang supaya kebenaran terjadi. Saya berada di sistem di mana ini bukan tentang kebenaran, ini tentang menang. Ini tentang pengakuan," kata Carlos

Dia juga menggambarkan tentang penahanannya selama di Jepang sebagai mimpi buruk, karena menjalani interogasi intens hingga 8 jam sehari, tanpa didampingi pengacara. Kemudian ada juga ancaman, bila dirinya tidak mengaku keluarganya akan menderita.

3. Alasan Kabur ke Lebanon

Carlos juga mengungkap alasannya kabur dari Jepang. "Perasaan putus asa sangat mendalam. Saya meninggalkan Jepang karena saya menginginkan keadilan. Ini adalah satu-satunya cara untuk membangun kembali reputasi saya. Jika saya tidak mendapatkannya di Jepang, saya akan mendapatkannya di tempat lain," ujar Carlos Ghosn.

4. Ada Konspirasi di Nissan

Ghosn menilai bahwa Nissan melakukan konspirasi terhadapnya. Eksekutif Nissan melakukan konspirasi karena takut dengan rencana integrasi Nissan dengan Renault.

Karena itu, tanpa ragu Ghosn menyebut perusahaan tersebut mau menghancurkan reputasinya dalam mengembangkan Nissan. Ghosn menuduh di antara mantan CEO Nissan Hiroto Saikawa, yang mengundurkan diri pada September, dan Hari Nada, mantan wakil presiden senior, terlibat dalam dugaan konspirasi.

Mantan CEO Nissan

5. Ceritakan Penyesalan Tolak Tawaran Jadi CEO GM

Mantan CEO Nissan yang kini menjadi buronan internasional, Carlos Ghosn mengaku menyesal menolak tawaran General Motors pada 2009. Ketika itu, dirinya ditawari untuk menjadi CEO salah satu perusahaan automotif terbesar di Amerika Serikat (AS) tersebut.

"Aku membuat kesalahan. Saya mengenalinya hari ini, aku seharusnya menerima tawaran itu, tapi aku memiliki keyakinanku sendiri." Kata dia dikutip dari CNBC, Kamis (9/1/2020).

Mantan CEO Nissan

Carlos juga menceritakan saat Steve Rattner, yang merupakan salah satu pejabat keuangan di Pemerintahan Obama menawarinya gaji dua kali lipat dari pendapatan di Nissan untuk memimpin General Motors (GM). Namun pada saat itu, Ghosn berkomitmen memimpin Nissan dan Renault yang tengah melakukan penjajakan untuk bergabung.

6. Tanggapi Penilaian Media Jepang Tentang Dirinya

Media Jepang menggambarkan diri Carlos Ghosn sebagai seorang 'diktator yang dingin dan serakah', karena Ghosn memimpin tiga perusahaan pembuat mobil sebagai bagian dari aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi. Carlos pun menanggapi penilaian ini dalam konferensi persnya.

"Ini bukan pembicaraan orang yang serakah. Seorang pria serakah akan berkata, Maaf teman, ini bisnis. Saya akan pergi untuk kepentingan saya sendiri," katanya.(fbn)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini