nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

33 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam AS, di Antaranya Perusahaan Artificial Intelligence

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 23 Mei 2020 13:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 23 320 2218504 33-perusahaan-china-masuk-daftar-hitam-as-di-antaranya-perusahaan-artificial-intelligence-dCow8LMozI.jpg Artificial intelligence (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sebanyak 33 perusahaan China masuk daftar hitam Amerika Serikat (AS). Ini merupakan langkah Departemen Perdagangan AS dalam upaya terbaru pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menindak perusahaan-perusahaan China yang produknya dapat mendukung kegiatan militer China dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

Upaya memasukkan puluhan perusahaan China ke dalam daftar hitam AS itu terjadi ketika penguasa Partai Komunis di Beijing Jumat kemerin mengumumkan rencana untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong.

 perang dagang AS dan China

Departemen Perdagangan AS menyatakan, sebanyak 9 perusahaan dan lembaga lainnya dinilai terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia, penindasan, penahanan massal, kerja paksa, dan pengawasan menggunakan teknologi tinggi terhadap muslim Uighur.

 Baca juga: Selain Huawei, Ada 142 Perusahaan yang Di-blacklist AS

Sedangkan 24 perusahaan dan lembaga lainnya terlibat dalam pengadaan barang untuk digunakan oleh militer China.

Seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (23/5/2020), perusahaan-perusahaan China yang masuk dalam daftar hitam AS fokus pada artificial intelligence (AI), pengenalan wajah. Di antara perusahaan-perusahaan yang disebut adalah NetPosa, salah satu perusahaan kecerdasan buatan yang paling terkenal di China.

 Baca juga: Google hingga Facebook Diizinkan Beroperasi di China, tapi...

Selain itu Qihoo360, sebuah perusahaan cybersecurity besar masuk dalam daftar hitam AS.

Perusahaan CloudMinds juga masuk ke dalam daftar hitam. Perusahaan ini mengoperasikan layanan berbasis cloud untuk menjalankan robot seperti versi Pepper, robot humanoid yang mampu komunikasi sederhana.

Perusahaan itu diblokir tahun lalu karena mentransfer teknologi informasi teknis dari AS ke kantornya di Beijing.

Qihoo, NetPosa, dan CloudMinds tidak dapat memberikan komentar hingga saat ini.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini