Langgar PSBB, 205 Perusahaan di Jakarta Ditutup

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 320 2216348 langgar-psbb-205-perusahaan-di-jakarta-ditutup-uby01gxh2i.jpg Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Sebanyak 205 perusahaan di DKI Jakarta ditutup sementara karena melanggar aturan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Baca Juga: Daftar Lengkap Sanksi bagi Pengusaha Nekat Langgar PSBB, Awas Denda hingga Rp50 Juta

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah. Menurut Andri, 205 perusahaan ini yang tak dikecualikan, namun masih tetap buka. Pemprov DKI Jakarta terpaksa ambil tindakan tegas berupa penutupan sementara. Sebab, mereka melanggar Pergub Nomor 33 Tahun 2020.

"205 perusahaan ditutup hingga 22 Mei," kata Andri kepada Okezone, Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Baca Juga: Perusahaan Langgar PSBB, Siap-Siap Denda hingga Rp50 Juta

205 perusahaan itu tersebar di 33 berlokasi di Jakarta Pusat, 51 perusahaan di Jakarta Barat, dan 37 perusahaan di Jakarta Utara. Kemudian ada 33 perusahaan di Jakarta Timur, 51 perusahaan di Jakarta Selatan.

Menurut catatan Pemprov DKI Jakarta, ada sebanyak 1.222 perusahaan yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta melanggar PSBB. Sebaran tempat kerja yang tak patuh aturan PSBB itu tersebar di lima wilayah kota administrasi dan 1 kabupaten.

Andri mengimbau kepada seluruh perusahaaan yang tidak diizinkan buka saat masa PSBB untuk mematuhi aturan dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020. Sebab, kata dia, kini tingkat penyebaran Covid-19 sudah amat mengkhawatirkan.

"Kita serahkan ke Kementerian Perindustrian untuk menerapkan sanksinya. Tugas kita hanya melakukan pembinaan dan pelaporan saja," ujarnya.

Selain perusahaan yang ditutup, ada 308 pelaku usaha tidak dikecualikan, tapi hanya diberi peringatan, karena mereka telah mendapatkan izin dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), namun tak menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, ada 709 perusahaan yang masuk kategori dikecualikan dalam PSBB diberi peringatan dan pembinaan. Mereka belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan terkait Covid-19.

Perusahaan yang mendapat kelonggaran ini tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota. Sebanyak 181 perusahaan di Jakarta Pusat, 149 di Jakarta Selatan, 149 di Jakarta Utara, 144 di Jakarta Timur, 82 di Jakarta Barat, dan empat perusahaan di Kepulauan Seribu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini